SELERA lidah orang Indonesia yang suka manis ternyata memengaruhi rasa hidangan khas Imlek yang masuk ke Indonesia. Siapa sangka kalau kue keranjang atau dalam bahasa Mandarinnya, nian gao, aslinya ternyata memiliki rasa yang tawar, bukan manis.
Di Indonesia, kue keranjang telah banyak mengalami perubahan karena beberapa pengaruh lokal. Perubahan itu diantaranya adalah bentuknya yang menjadi bulat pendek serta memiliki rasa manis. Padahal dari negeri asalnya, Tiongkok, kue keranjang memiliki tampilan lonjong mirip lontong. Juga rasanya ternyata tawar, bukan manis.
“Kue keranjang aslinya di China memiliki rasa yang tawar, sampai sekarang pun di sana rasanya masih tawar. Di Indonesia, kue keranjang telah mengalami perubahan mengikuti selera lidah Indonesia yang menyukai rasa manis,” ujar Chef Mak Yat Meng, Executive Chef Hotel Ciputra, Jakarta Barat kepada Okezone melalui telefon, Minggu (15/2/2015).
Chef Henry - begitu pria ini akrab disapa - menambahkan, kue keranjang akan selalu tersedia di atas meja makan warga Tionghoa, karena kue keranjang melambangkan kebersamaan dan kekompakan dalam keluarga.
Kue keranjang disebut demikian karena pada zaman dulu pembuatannya dicetak dalam keranjang-keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu. Di Jawa Tengah, banyak yang menyebutnya dengan sebutan kue ranjang, yakni kependekan dari kue keranjang.(ndr/yac)
(Tuty Ocktaviany)