Teh Tidak Akan Kedaluawarsa Asalkan...

Santi Andriani, Jurnalis
Jum'at 16 Januari 2015 17:05 WIB
Share :

TEH tidak mengenal masa kedaluwarsa. Asalkan cara penyimpanannya tepat, Anda bisa tetap menikmati teh yang sudah disimpan setahun lamanya.

"Teh sebenarnya tidak ada masa kedaluwarsa. Asal wadahnya tertutup rapat tidak masalah, setahun disimpan juga tidak akan berkurang cita rasanya," kata spesialis teh Ratna Somantri di Jakarta, Kamis 15 Januari 2015.

Lalu, bagaimana menyimpan teh secara benar agar aroma dan rasanya tetap terjaga? Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia ini memberi sejumlah tips sebagai berikut.

Pastikan wadah teh terjaga rapat

Gunakan wadah untuk menyimpan daun teh kering atau teh celup dengan tutup yang masih rapat. Sehingga, tidak banyak udara yang masuk ke dalam wadah yang bisa membuat teh cepat teroksidasi.

Gunakan wadah tidak transparan

Mau menggunakan wadah plastik, kaca atau kaleng, pastikan jangan yang transparan. Ketika wadahnya transparan, teh akan banyak menangkap sinar matahari.

Tetap gunakan wadah asli dari produsen

Jika wadah dari penjual sudah berupa kaleng atau toples, sebaiknya tidak memidahkan isinya ke wadah yang lain. Produsen teh pasti sudah membuat desain wadah yang memang sesuai untuk menyimpan teh.

Umumnya, dalam kaleng atau toples itu pun, teh masih disimpan dalam sebuah plastik atau kertas. Jadi, jika memang ingin mengganti kaleng atau toples, simpan teh bersama wadah kedua dari produsen itu. Jika produsen teh menjual teh dengan wadah kertas, sebaiknya simpan teh dengan wadahnya dalam kaleng atau toples yang Anda kehendaki.

"Saya sangat menyayangkan, ada produk teh melati yang dijual hanya dengan wadah kertas. Ini kurang tepat, karena wangi teh bisa berkurang, wadah kertas pasti ada yang tidak rapat. Padahal teh melati kalau baru keluar dari pabrik, wangi sekali loh," kata Ratna.

Jangan terpapar sinar matahari dan simpan di tempat kering

Ada kelebihan dari teh asli Indonesia. Ratna mengatakan, teh asli Indonesia tidak perlu disimpan dalam kulkas. Tapi cukup disimpan di suhu ruangan, asal kering dan wadahnya tertutup rapat.

"White tea kita (Indonesia) tidak perlu disimpan di dalam kulkas, asal tetap rapat dan simpan di tempat kering dan tidak terpapar sinar matahari. Kalau white tea dari China memang harus disimpan dalam kulkas," ujar Ratna.

Perubahan warna

Ratna mengatakan, perubahan warna bisa menjadi indikator apakah kualitas teh tersebut masih baik atau sudah tidak layak. Misalnya, teh putih yang masih baik adalah yang berwarna putih. Sedangkan, sudah jelek jika warnanya menjadi gelap.

Demikian juga bubuk teh macha, masih bagus jika warnanya tetap hijau cerah. Sementara yang sudah jelek, jika teh macha berubah warna menjadi gelap atau warnanya mirip kotoran kuda.

"Tapi sekali lagi itu sangat tergantung dari bagaimana cara penyimpanannya. Asalkan benar, teh tetap akan berkualitas baik meski setahun. Tapi, kalau cara simpannya tidak baik, sering buku tutup, dalam beberapa bulan saja, warna teh sudah berubah dan baunya sudah hilang. Ini sudah pasti cita rasanya sudah kurang enak," pungkas perempuan kelahiran Cirebon, Jawa Barat, ini.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya