MINUM teh di Gaia Tea & Cookies Boutique, jangan harap diberi gula. Anda tidak akan menemukan gula dalam nampan paket teh yang disuguhkan pramusaji ke meja Anda.
"Kami tidak menyediakan gula. Sebenarnya bisa saja diberi gula,tapi saya menyarankan tidak karena rasanya malah akan tidak enak. Tapi kalau tamu minta, kami akan beri," kata Ratna Somantri kepada Okezone usai soft opening Gaia Tea & Cookies Boutique di Kemang Raya No. 27, Jakarta Selatan, Kamis 15 Januari 2015.
Ratna yang merupakan spesialis teh untuk Gaia Tea & Cookies Boutique, menjelaskan, tradisi minum teh di sejumlah negara, seperti di Jepang dan Tiongkok, sejak dulu tidak pernah mencampurnya dengan gula. Bahkan, di daerah kelahiran Ratna, yaitu Cirebon, Jawa Barat, sedari kecil ia tidak pernah dibiasakan minum teh dengan gula.
"Alasan orangtua saya agar kita lebih menghargai kerja para pemetik teh. Menikmati teh dengan sungguh-sungguh ya tanpa gula, rasanya pun memang lebih nikmat," kata Ratna beralasan.
Minum teh tanpa gula pun akan lebih sehat bagi tubuh, "Makanya orang Jepang dan China biar makannya banyak, badannya tidak gemuk karena mereka juga rajin minum teh," imbuh Ratna.
Minum teh dengan gula adalah tradisi yang muncul di Indonesia, seiring berkembangnya teh poci. Tradisi ini juga dianut India, yang bahkan menambahkan susu pada teh mereka. "Lebih banyak susunya ketimbang tehnya, seperti teh tarik," kata perempuan berkulit putih ini.