"Warnanya juga sama dengan candi. Tapi sudah dimodernisasi dan sesuai untuk kepentingan panggung," imbuh Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) itu.
Untuk materialnya sendiri, busana seberat 20 kg itu dibuat dari berbagai macam bahan. Mulai dari tembaga sebagai kerangka dan lempengan untuk ornamen hingga matras.
Secara keseluruhan, proses produksinya sendiri memakan waktu cukup lama. Apalagi, Dynand ingin hasil yang lebih maksimal pada karyanya itu.
"Proses produksinya tiga bulan, tapi untuk konsep itu dari Maret. Jadi setelah show di JFC, saya langsung fokus," tutupnya ramah.
(Ainun Fika Muftiarini)