MENYAMBUT datangnya Tahun Baru, RedTop Hotel Jakarta menyuguhkan sajian spesial untuk memanjakan lidah pengunjung. Salah satu menu yang ditawarkan adalah gulai kari kepala salmon.
Sajian ini terdengar unik. Biasanya kari menggunakan daging kambing atau kepala ikan kakap, tapi Hotel RedTop Jakarta menyajikan ikan salmon sebagai bahan utamanya.
"Selama ini, jarang orang memasak kepala salmon. Biasanya
salmon hanya di-
grilled, tapi kami menjadikannya gulai," kata Arief Abdillah, Executive Chef Hotel RedTop, kepada
Okezone di Hotel RedTop, Jakarta, baru-baru ini.
Dia menambahkan, proses pembuatan kari berbeda. Kuah karinya dibuat bukan ala India atau Timur Tengah melainkan kari ala Tiongkok.
Bumbunya cukup rumit, ada 20 jenis rempah yang dipadukan untuk membuat
kari. Belum lagi, ada empat daun yang digunakan agar rasa semakin sedap. Empat daun inilah yang mencirikan kari khas Tiongkok.
"Ada daun jeruk, daun salam, serai, dan daun kunyit kita gunakan agar aromanya tidak amis," tambahnya.
Chef Arief mengatakan, proses pembuatan kari kepala salmon ini terpisah. Pertama, kepala salmon dibumbui dulu dengan bawang putih, jahe, daun bawang, kunyit, dan jeruk limau agar bumbunya meresap dan amisnya hilang.
Setelah itu, ikan direbus sebentar dalam air mendidih yang sudah dicampur potongan jahe dan bumbu lainnya. Tak perlu waktu lama, direbus berkisar antara lima sampai 10 menit saja.
Lebih lanjut, untuk pembuatan kuah karinya, ke-20
rempah yang terdiri dari adas, cengkeh, jinten, ketumbar, kayu manis, dan bumbu lain dihaluskan lalu ditumis bersama empat daun tadi. Kari kemudian diberi kuah rebusan kepala salmon. Kepala salmonnya dimasak bersamaan sampai matang.
"Proses pembuatan yang paling sulit adalah bumbunya. Karena pakai banyak rempah, sehingga tidak ada yang boleh ketinggalan. Tapi, kami sudah siapkan bumbu yang dihaluskan dan dibuat sendiri. Jadi, kalau ada pesanan, tinggal tumis dan marinated ikannya saja lalu dimasak," pungkasnya.
(Fitri Yulianti)