"Itu tidak benar. Kalau kemoterapi malah memperparah pasien kanker, rumah sakit kanker sudah tutup dong. Yang benar, jika pasien yang sudah stadium lanjut terlambat ditangani," ungkap dr Ronald di Aston Hotel, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Hanya, memang ada efek samping dari kemoterapi. Seperti, mual, rambut rontok, dan lemas.
"Karena sel kanker tadi sudah bikin lemas, jadi tidak benar kemoterapi pasien kanker makin parah," tegasnya.
Sebelum dilakukan kemoterapi, ada beberapa persyaratan untuk si pasien kanker, salah satunya melihat usia si pasien, cek fungsi jantung, ginjal, dan hati. Kemudian dipilih obat yang sesuai jenis kanker tersebut.
"Jadi tidak serta-merta pasien kanker langsung dikemoterapi. Harus dicek sebelumnya," pungkasnya. (yac)
(Tuty Ocktaviany)