Jokowi Harus Atur Ulang Regulasi Perdagangan Obat

Renny Sundayani, Jurnalis
Kamis 11 Desember 2014 17:38 WIB
Share :

TIDAK bisa dipungkiri bahwa komponen biaya obat-obatan menjadi komponen biaya yang dominan ketika seseorang mengidap sebuah penyakit. Hal ini disebabkan karena masih semrawutnya regulasi perdagangan obat sehingga harga obat di Indonesia tergolong sebagai harga yang tertinggi dibanding negara di kawasan ASEAN.
 

Mulai dari antibiotiok, obat kanker, obat jantung sampai dengan obat HIV harga obat di Indonesia jauh lebih tinggi dibanding negara lain. Hal ini diperparah dengan masih minimnya obat generik yang beredar di Indonesia sehingga pasien penyakit tertentu harus dihadapkan pada obat versi patent yang tentu saja harganya lebih murah.

LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC) mencatat bahwa, harga obat Anti Retroviral (ARV) yang digunakan untuk terapi HIV buatan dalam negeri jauh, lebih mahal daripada obat sejenis walaupun sama-sama generik. Untuk obat jantung juga dicatat bahwa ketersediaan obat generik masih langka sehingga pasien harus membeli yang patent.

“Obat ARV generik produksi Indonesia itu 200-700 persen lebih mahal daripada obat generik impor. Untuk obat jantung, contohnya Sildenafil untuk pasien hipertensi paru, pasien harus membeli obat versi patent dengan harga Rp125 ribu perbutir sementara di Thailand pasien bisa mendapatkan versi generiknya dengan harga Rp22 ribu. Padahal, obat patent dan obat generic ini kandungannya sama.”, kata Aditya Wardhana, Direktur Eksekutif dari LSM Indonesia AIDS Coalition melalui siaran persnya yang diterima oleh Okezone, Kamis (11/12/2014).

Berdasarkan data LSM IAC, obat ARV jenis Duviral generic lokal dijual seharga Rp205 ribu, sementara harga duviral generic import hanya Rp89 ribu untuk konsumsi satu bulannya. Sementara obat sildenafil patent di Indonesia dijual dengan harga Rp125 ribu per butir sementara di Thailand bisa didapatkan dengan harga Rp22 ribu untuk versi generiknya

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya