Aviliani Buang Baju Polos Lama demi Cantik Berbatik

Fitri Yulianti, Jurnalis
Selasa 09 Desember 2014 14:42 WIB
Aviliani buang baju polos lama demi cantik berbatik (Foto: Fitri Yulianti/Okezone)
Share :

AVILIANI sering terlihat cantik mengenakan busana batik. Saking gemar memakai baju batik produksi dalam negeri, Aviliani sempat membuang baju-baju lamanya yang cenderung polos.

Siang ini, pengamat ekonomi Aviliani terlihat cantik mengenakan gaun selutut dengan paduan warna oranye-hijau. Modelnya simpel, tapi tidak mengurangi keanggunan pemakainya. Sebuah bros berwarna gold juga dia sematkan di bawah kerah gaunnya.

Wanita yang baru saja diangkat menjadi Komisaris Bank Mandiri ini ternyata menyukai gaya penampilan yang simpel. Ada satu detail pada busananya yang senantiasa ada.

"Saya selalu pakai baju dengan leher (kerah-red) tinggi. Kalau lehernya terbuka, rasanya enggak pede," katanya kepada Okezone saat ditemui di Four Seasons Hotel, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Jika diperhatikan, ibu satu anak ini kerap mengenakan batik. Rupanya, kegemaran mengenakan batik bermula ketika beberapa tahun belakangan banyak kalangan semakin sering menggaungkan gerakan cinta produk dalam negeri. Aviliani ingin menjadi bagian aktif di dalamnya. Kini, dia mengaku memakai baju polos hanya ketika ada acara formal yang mengharuskannya berpakaian demikian.

"Saya pikir, kalau enggak kita yang mencintai produk dalam negeri, siapa lagi? Sejak itu, saya selalu pakai batik. Saya buang baju-baju polos yang dipunya. Enggak lagi pakai, kecuali ada RUPS (rapat umum pemegang saham-red)," ungkap wanita kelahiran Malang, 14 Desember 1961 ini.

Untuk mendukung kegemaran mengenakan batik, dia juga sesekali ke daerah yang menjadi pusat perajin batik. Dua tempat yang memberi kesan untuknya adalah Pekalongan dan Cirebon.

Ketika itu, dia pergi beramai-ramai bersama beberapa teman dengan kereta api. Tujuan perjalanannya adalah membeli batik di Pekalongan. Ternyata, harga yang dia dapatkan sangat murah dengan kualitas batik tulis yang patut dibanggakan. Tak pelak, Avrialiani segera memborong beberapa lembar kain batik dari pusat perajin batik di sana.

Perjalanan kemudian diteruskan ke Cirebon. Aviliani agak kecewa dengan apa yang dia temukan.

"Saya enggak jadi beli batik di Cirebon karena mahal. Saya waktu itu ke Batik Trusmi," kenangnya.

Aviliani mengaku tidak selalu membeli baju batik dalam bentuk sudah jadi. Sebagian juga dia jahit, dengan model baju yang dia cari sendiri.

"Biasanya beli satu baju batik yang sudah jadi. Kalau suka modelnya, saya bikin lagi dengan bahan yang beda," tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya