Meneg PPPA Nilai Pengurangan Jam Kerja Wanita Diskriminatif

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis
Senin 08 Desember 2014 14:32 WIB
Yohana Yembise tolak pengurangan jam kerja wanita (Foto: Fika/Okezone)
Share :

WACANA pengurangan jam kerja untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita yang digagas Jusuf Kalla mendapat tentangan berbagai pihak. Tak terkecuali Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Secara pribadi, menurut Yohana, pengurangan jam kerja untuk wanita cenderung diskriminatif. Pasalnya, hal tersebut tidak sesuai dengan upaya untuk mendorong perempuan agar setara dengan laki-laki.

“Itu diskriminatif, kita sebagai perempuan harus setara dengan laki-laki. Apa yang dilakukan laki-laki, harus juga perempuan jalan sama-sama. Jadi harmonis, tidak ada masalah,” katanya di Kantor KPPPA, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Yohana berpendapat bahwa pria juga memiliki tanggung jawab sama untuk mengurus keluarga. Kesetaraan inilah yang akan menciptakan keluarga berkualitas.

“Masalah tanggung jawab kepada anak-anak, itu berlaku pada suami dan istri. Jangan sepenuhnya diberikan ke istri. Itu baru namanya setara,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya bersama Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) siap bekerjasama untuk menciptakan suasana senyaman mungkin bagi wanita pekerja yang memiliki anak. Terutama, dalam hal penyediaan fasilitas pendukung.

“Saya sudah hubungi Menteri PAN dan beliau mengatakan siap menciptakan suasana dengan memenuhi fasilitas, seperti child care center, tempat menyusui. Itu yang saya minta untuk dibuat agar perempuan merasa nyaman, merasa memiliki kantor itu ada, merasa bahwa mereka bisa bekerja di kantor dengan kemampuan sebagai perempuan yang terampil dan andal,” tutupnya.

(Ainun Fika Muftiarini)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya