Hati-Hati Resistensi Antibiotik dan Antimikrobial

Erika Kurnia, Jurnalis
Minggu 30 November 2014 15:30 WIB
Hati-hati resistensi antibiotik dan antimikrobial (Foto: Shutterstock)
Share :

“Antibiotika harus diberikan kalau memang diperlukan oleh pasien, bila ada infeksi bakteri. Sementara infeksi virus tidak perlu diberikan antibiotika, dan mungkin hanya perlu diberikan obat simtomatik (sesuai gejalanya),” tulisnya dalam pesan elektronik kepada Okezone, Minggu (30/11/2014).

Ia menambahkan, jenis antibiotika yang diberikan juga sedapat mungkin harus sesuai dengan pola resistensi yang ada di rumah sakit atau daerah di mana pasien berada. Pada pasien yang terinfeksi bakteri dan sakit berat, maka antibiotika dapat diberikan dalam bentuk suntikan atau infus di rumah sakit.

“Untuk masyarakat umum ada dua pesan. Pertama, tidak boleh konsumsi antibio‎tika tanpa pentunjuk dokter. Kedua, antibiotika harus dimakan sampai habis sesuai aturannya, jangan berhenti sebelum waktunya walau pun keluhan sudah hilang,” pesannya.

WHO SEARO (South East Asia Regional Office) telah mengadakan Deklarasi Jaipur untuk mencapai kesepakatan negara-negara regional Asia Tenggara untuk menangani AMR. Dari sana, ada tujuh langkah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh satu negara untuk mencegah AMR:

  1. Membuat data burden of diseases
  2. Menentukan pola resistensi di berbagai FasYanKes (Fasilitas Layanan Kesehatan) dan di masyarakat
  3. Melakukaan riset operasional di berbagai tingkatan
  4. Membuat jejaring laboratorium untuk melakukan surveilans dan pengawasan
  5. Membuat regulasi nasional tentang pembuatan obat dan pengawasannya
  6. Melakukan koordinasi penggunaan anti mikroba dengan pihak kesehatan hewan
  7. Menggunakan media massa dan bentuk penyuluhan kesehatan lainnya untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya AMR dan pencegahannya. (yac)

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya