DUNIA sekarang sedang menghadapi masalah dengan resistensi antibiotik dan AMR (Anti-Microbial resistance). Berbagai pihak, termasuk Badan Kesehatan Duni (WHO), mungkin sudah lama membuat program untuk pencegahan dan penanggulangannya.
Perlu diketahui kembali, fenomena resistensi antibiotik dan antimikrobial ini mengancam masyarakat dunia, karena telah menyebabkan dan akan terus berpotensi menyebarkan penyakit menular mematikan yang sebelumnya membutuhkan terapi pengobatan antibiotika dan antimikrobial.
Ada pun antara resistensi antibiotik dan antimikrobial tersebut berbada. Resistensi antimikrobial (antimicrobial resistance /AMR), lebih luas dari resistensi antibiotik, bukan hanya tentang antibiotika, tapi juga antivirus, antiparasit dan jenis antijasad renik lainnya.
Sehubungan penggunaan antibiotika dan AMR, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan RI, menyampaikan beberapa hal.
“Antibiotika harus diberikan kalau memang diperlukan oleh pasien, bila ada infeksi bakteri. Sementara infeksi virus tidak perlu diberikan antibiotika, dan mungkin hanya perlu diberikan obat simtomatik (sesuai gejalanya),” tulisnya dalam pesan elektronik kepada Okezone, Minggu (30/11/2014).
Ia menambahkan, jenis antibiotika yang diberikan juga sedapat mungkin harus sesuai dengan pola resistensi yang ada di rumah sakit atau daerah di mana pasien berada. Pada pasien yang terinfeksi bakteri dan sakit berat, maka antibiotika dapat diberikan dalam bentuk suntikan atau infus di rumah sakit.
“Untuk masyarakat umum ada dua pesan. Pertama, tidak boleh konsumsi antibiotika tanpa pentunjuk dokter. Kedua, antibiotika harus dimakan sampai habis sesuai aturannya, jangan berhenti sebelum waktunya walau pun keluhan sudah hilang,” pesannya.
WHO SEARO (South East Asia Regional Office) telah mengadakan Deklarasi Jaipur untuk mencapai kesepakatan negara-negara regional Asia Tenggara untuk menangani AMR. Dari sana, ada tujuh langkah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh satu negara untuk mencegah AMR:
(Tuty Ocktaviany)