Selesai menggapai summit, saatnya turun dari pendakian. Trek yang akan dihadapi pun tak kalah menantang dari ketika menanjak. Tanah berpasir dan berbatu telah menunggu di jalur menurun yang curam. Apabila musim kemarau jalur ini menjadi terasa panas dan berdebu, namun jika terguyur hujan akan sangat licin untuk dilalui.
Berpegangan pada rumput yang terjuntai atau pohon pinus di sekitar trek turun merupakan cara efektif untuk menyikapinya. Tetapi, ada juga yang memilih berjongkok untuk menuruninya. Risikonya, bokong menjadi sakit atau bahkan celana bagian belakang robek. Inilah hal unik yang banyak dialami para pendaki.
Namun, jangan khawatir. Jalur turun penuh tantangan pasir berbatu ini akan berakhir di pos tiga. Selanjutnya hanya akan ditemui trek tanah dengan turunan yang cukup tinggi. Di pos tiga, para pendaki juga bisa menemukan sumber air minum yang sangat bersih dan deras alirannya. Sangat berguna sebagai bekal untuk pendakian ataupun turun.
Setelah itu, pendaki tinggal melanjutkan perjalanan menuju pos registrasi awal di bawah. Estimasi waktu yang dibutuhkan hanya satu jam. Penjelajahan pun mencapai bagian akhir dengan para pendaki menuju kediaman masing-masing.
(Tuty Ocktaviany)