Dari pos pertama di kaki Gunung Guntur tersebut, pendaki bisa menumpang truk-truk pengangkut pasir yang berseliweran lewat. Truk itu akan mengantarkan pendaki hingga jalur awal pengarungan. Sebelum sampai di titik pertama tersebut, pendaki juga akan melintasi sejumlah lokasi penambangan pasir.
Pendakian gunung berstatus Level II atau Waspada itu dimulai dari trek tanjakan curam berbatu dengan melewati bongkahan material tambang. Langkah pendaki untuk melintasinya pun harus saksama dan lebar. Sebab, lengah sedikit saja bisa menyebabkan pendaki memijak jalur dengan batu basah dan licin.
Tantangan menaklukkan gunung yang memiliki lima puncak ini tidak sampai di sana. Jalur panjang menuju puncak pertama penuh dengan batu, pasir, rerumputan licin, bahkan tanjakan terjal. Terlebih, kalau kawasan Guntur diguyur hujan dapat membuat trek tersebut menjadi lebih sulit dilalui.
Hal menantang belum berakhir. Sesampainya di puncak pertama, pendaki akan disambut terpaan cuaca yang beragam. Mulai panas terik sinar matahari, empasan angin kencang, kabut lebat, hingga hujan deras. Tetapi jangan gentar, segeralah mendirikan tenda, karena sangat ampuh menghalau itu semua.
Dari puncak pertama sudah dekat untuk mencapai empat puncak selanjutnya, yakni dapat ditempuh dalam 30 menit, dan ditambah waktu yang sama untuk menuju setiap puncak berikutnya. Dataran tertinggi Gunung Guntur adalah di puncak ketiga, dan inilah yang memiliki ketinggian 2.249 MDPL.