• Moisturizer. Kenali bila ada perubahan bau dan konsistensi, saatnya untuk dibuang.
• Sunscreen. Sunscreen rentan terhadap oksidasi. Paparan udara pada sunscreen menyebabkan bahan aktif mengalami kerusakan, menjadi tidak stabil dan inaktif.
• Acne treatment. Adanya bahan antibakteri menyebabkan produk ini bisa bertahan lama, namun tetap bisa terjadi kerusakan bila penyimpanan kurang baik. Bila terjadi perubahan bau, warna dan konsistensi, saatnya dibuang.
• Parfum. Bila terjadi perubahan warna dan bau jangan dipakai!
• Cat kuku. Bila cat menggumpal, tampak berlapis-lapis dan tidak menyatu setelah dikocok, saatnya untuk dibuang.
• Sponge. Sponge akan menjadi media yang baik bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh bila tidak dibersihkan. Biasanya sponge akan menjadi mudah rapuh dan tampak bintik-bintik hitam sebagai tanda pertumbuhan kuman.
• Make up brush. Make up brush bisa menjadi perantara perpindahan bakteri dari kulit ke produk kosmetik dan sebaliknya. Oleh karena itu harus sering dicuci dengan pembersih anti bakteri.
Dampak:
Jika menggunakan produk kosmetik yang sudah kedaluwarsa maka kulit bisa mengalami iritasi (kulit terasa panas dan gatal), terutama pada produk-produk yang mengandung alfa hidroksi maupun retinol, karena semakin lama bahan aktif tersebut akan semakin kuat efeknya. Pada individu dengan kulit sensitif, bisa menimbulkan reaksi alergi. Pemakaian lipstik kedaluwarsa bisa menyebabkan alergi, bibir bengkak dan gatal.
Efek lain berupa infeksi kulit. Gejalanya seperti timbul lenting-lenting berisi nanah pada folikel rambut (folikulitis), jerawat, bintil-bintil kemerahan di sekitar bibir (dermatitis perioral), dan lain-lain.
Infeksi pada mata sering terjadi pada pemakaian produk kosmetik mata (maskara, eye shadow) yang kedaluwarsa, mata tampak merah dan gatal (pink eye/red eye).
(Tuty Ocktaviany)