UMUMNYA Moms menyimpan kosmetik pada satu wadah khusus agar mudah dicari saat hendak digunakan. Namun jika ditanyakan tanggal kedaluwarsanya mungkin Moms bingung, karena tidak semua produk kosmetik menyantumkan “tanggal basinya”.
Menurut Dr. Ismiralda Oke Putranti, SpKK, Staf Medis Fungsional (SMF) Kulit dan Kelamin Jurusan Kedokteran FKIK, Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, seringkali kita kesulitan mencari tanggal kedaluwarsa pada produk-produk kosmetik karena memang tidak tercantum dalam kemasannya. Memang tidak ada peraturan yang mengharuskan produk-produk kosmetik untuk mencantumkannya.
Namun, ada beberapa istilah yang sering ditemukan pada kemasan produk yang kita beli seperti kode angka diikuti huruf “M” (Months) yang menunjukkan bahwa produk tersebut sebaiknya tidak digunakan setelah beberapa bulan (bergantung angka di depan huruf M) sehabis dibuka kemasannya, contoh 12M yang menandakan bahwa produk tersebut sebaiknya tidak digunakan setelah 12 bulan pasca dibuka segel kemasannya. Di Uni Eropa sering diistilahkan sebagai PAO (Period After Opening).
Nah, yang menyulitkan, kode PAO tersebut dicantumkan tidak berdasarkan uji klinis atau pedoman-pedoman khusus dari pemberi kebijakan (BPOM/FDA dan lainnya) karena tidak mempertimbangkan bagaimana konsumen menyimpan produk kosmetiknya, dilansir Mom & Kiddie.
Produk akan cepat mengalami oksidasi dan degradasi setelah produk dibuka dan mulai terpapar cahaya, udara, air maupun bakteri. Pedoman masa kedaluwarsa beberapa produk kosmetik:
Produk Make Up:
• Maskara : tiga – enam bulan
• Eye Liner : Liquid/Gel (tiga bulan); Pensil (dua tahun)
• Lip Liner : dua – tiga tahun
• Eye Shadow : Cream (enam bulan); Powder (dua tahun)
• Foundation : enam – 12 bulan
• Concealer : enam – 12 bulan