SETELAH perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2015, dunia mode dihebohkan dengan kabar mengenai koleksi desainer yang tidak orisinal. Menanggapi hal ini, desainer Barli Asmara mengaku baru mengetahuinya.
“Saya juga baru mendengar, dan itu pun setelah acara JFW selesai. Saya juga tidak sempat membaca dari media sosial mana pun, tapi saya mendengar dari beberapa orang yang juga membicarakannya,” kata Barli Asmara kepada Okezone dalam gala premier film 7 Hari 24 Jam di Epicentrum, Jakarta, baru-baru ini.
Kehebohan desainer yang menjiplak karya perancang dari luar negeri ini bermula dari menyebarnya foto di media sosial. Setelah melihat foto tersebut, Barli pun enggan memberikan banyak komentar.
“Pada tangal 9 setelah JFW, saya sempat diundang oleh salah satu media tv, dan memang saat itu saya belum tahu mengenai hal ini. Sampai akhirnya saya diberi tahu dan ada gambar dari nyinyirfashion di Instagram mengenai hal tersebut. Tapi saya juga tidak mau ‘kepo’ atau turut campur,” jelasnya.
Lebih menghebohkan lagi, desainer yang disebar gambarnya melalui media sosial ini mengundurkan diri dari Dewi Fashion Knights. Masyarakat pun semakin bertanya-tanya mengenai perkembangan masalah di dunia mode Indonesia ini.
“Kalau ada isu pengunduran diri itu dikembalikan lagi ke publik. Kalau memang ternyata desainnya mengkopi, publik yang menilai. Antara benar atau tidaknya, saya belum bisa mengatakan ya. Tapi kalau saya sebagai organisasi, yang memang sama-sama anggota dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia, saya tidak mau ikut campur masalah orang lain,” tutup Barli Asmara.(yac)
(Tuty Ocktaviany)