NASI bagi masyarakat Indonesia beberapa dekade terakhir masih menjadi sumber makanan yang paling dicari. Bahkan anggapan belum makan bila tanpa nasi masih menjadi sugesti bagi masyarakat untuk terus mengonsumsi nasi.
Sebagian orang mulai meninggalkan konsumsi nasi secara berlebih, setelah mengetahui dampaknya dalam meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes. Selain sisi kesehatan, permintaan beras untuk dimakan sebagai nasi telah banyak menimbulkan banyak masalah ekonomi dan politik di negara ini.
Kandungan beras yang siap untuk dimasak mengalami berbagai proses yang menurunkan kandungan gizi di dalamnya. Prof. Djoko Said Damardjati, dari Pusat Riset dan Pengembangan Tanaman Pangan Bidang Litbang Pertanian, mengatakan masyarakat Indonesia sudah harus belajar meninggalkan nasi.
“Sekarang bagaimana kita mendorong masyarakat agar tetap makan ‘beras’, tapi jangan makan nasi. Artinya, beras boleh jadi tepung atau roti, bukan nasi lagi yang nilainya sekedar dari penggilingan padi ini saja,” ujarnya kepada Okezone, di Solo, Jawa Tengah, belum lama ini.