Lalu, alumnus Kampus Kuning melanjutkan studi di bidang ophtalmology dan berhasil meraih gelar spesialis mata (SpM) enam tahun berikutnya. Dia pun pernah belajar subspesialisasi di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang.
Setelah itu, dia meneruskan Pendidikan Konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca Sarjana di FKUI. Pada 1980-an, dirinya mengabdi sebagai seorang dosen di universitas yang sama.
Kesuksesannya di bidang ahli mata membuat wanita 65 tahun ini mengembangkan diri dan didapuk sebagai kepala divisi tumor mata di RSCM Kirana pada 1979-1998. Pada saat sama, Nila pernah menjadi koordinator penelitian di Departemen Opthalmology, FKUI-RSCM. Kemudian, dirinya menjabat sebagai Ketua Umum Darma Wanita Persatuan Pusat, periode 2004-2009.
Keeksisannya di bidang politik memang tak begitu nampak. Namun, dokter spesialis mata ini sempat menjadi calon kuat menteri kesehatan era Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Kabinet Indonesia Bersatu II.
Namun, dirinya belum sempat menjadi menteri kesehatan, tapi hanya pernah diutus presiden untuk perwakilan Indonesia dalam Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014. Demikian dikutip dari situs resmi FKUI, Minggu (26/10/2014).
(Johan Sompotan)