TEKA-TEKI sosok menteri kesehatan akhirnya terjawab sudah. Dia adalah Nila F Moeloek.
Setelah mengalami beberapa penundaan pengumuman jajaran menteri di era Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), akhirnya terpilih nama Nila F Moeloek menjadi menteri kesehatan. Nila Moeloek sebelumnya menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami).
Sebagai menteri kesehatan, dia akan menjalani program selama lima tahun di era pemerintahan Jokowi-JK. Nila Moeloek menggantikan Nafsiah Mboi, menteri kesehatan era Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Pemilihan dirinya pun disampaikan langsung Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Mufidah Yusuf Kalla di halaman belakang Istana Presiden, Minggu (26/10/2014).
Sebelumnya, ada beberapa nama kandidat bakal calon menteri kesehatan, di antaranya Hasbullah Tabrani. Terpilihnya Nila pun tentunya telah melewati proses seleksi, kemudian berkasnya telah selesai diperiksa KPK dan dinyatakan bersih dari korupsi.
Mengulik perjalanan kariernya, Nila F Moeloek merupakan seorang ahli penyakit mata yang menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Sebelum menjadi orang sukses di bidangnya, Nila menuntaskan studi S1 di fakultas yang sama pada 1968.
Lalu, alumnus Kampus Kuning melanjutkan studi di bidang ophtalmology dan berhasil meraih gelar spesialis mata (SpM) enam tahun berikutnya. Dia pun pernah belajar subspesialisasi di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang.
Setelah itu, dia meneruskan Pendidikan Konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca Sarjana di FKUI. Pada 1980-an, dirinya mengabdi sebagai seorang dosen di universitas yang sama.
Kesuksesannya di bidang ahli mata membuat wanita 65 tahun ini mengembangkan diri dan didapuk sebagai kepala divisi tumor mata di RSCM Kirana pada 1979-1998. Pada saat sama, Nila pernah menjadi koordinator penelitian di Departemen Opthalmology, FKUI-RSCM. Kemudian, dirinya menjabat sebagai Ketua Umum Darma Wanita Persatuan Pusat, periode 2004-2009.
Keeksisannya di bidang politik memang tak begitu nampak. Namun, dokter spesialis mata ini sempat menjadi calon kuat menteri kesehatan era Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Kabinet Indonesia Bersatu II.
Namun, dirinya belum sempat menjadi menteri kesehatan, tapi hanya pernah diutus presiden untuk perwakilan Indonesia dalam Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014. Demikian dikutip dari situs resmi FKUI, Minggu (26/10/2014).
(Johan Sompotan)