KETIKA sepasang suami istri sepakat untuk bertukar peran, banyak orang beranggapan hal tersebut akan berdampak terhadap anak. Namun, menurut salah seorang psikolog, pertukaran peran antara suami dan istri justru baik untuk anak.
Berbeda dengan kebanyakan orang, psikolog Nella Safitri Cholid menganggap bahwa bertukarnya peran antara suami dan istri memiliki dampak yang baik terhadap anak. Salah satu keuntungan dari hal tersebut adalah anak dapat memahami bahwa orang tuanya mampu melakukan peran yang seharusnya bukan milik mereka.
“Dengan bertukarnya peran antara ayah dan ibu, justru ini membawa pembelajaran baru terhadap anak. Anak dapat memahami bahwa orang tuanya dapat melakukan peran baik sebagai ayah dan ibu,” kata psikolog Nella Safitri Cholid kepada Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.
Meskipun dengan bertukarnya peran menandakan bahwa suami sebagai bapak rumah tangga, hal itu tidak berdampak buruk. Bahkan, banyak bapak rumah tangga yang tetap menjadi idola.
“Walau kini banyak ayah yang tidak bekerja dan menjadi ayah rumah tangga, tapi sosok ayah tetap banyak yang mengidolakan,” simpul Nella.
(Renny Sundayani)