SERING kita mendengar bahwa harga diri pria adalah bekerja, Namun banyak kini pria yang berstatus sebagai suami tidak memiliki pekerjaan. Lantas, apakah hal tersebut menimbulkan tekanan pada suami?
Salah satu psikolog, Nella Safitri Cholid menjelaskan bahwa bekerja atau memiliki prestasi bukan hanya harga diri bagi seorang pria, namun juga wanita. Tiap orang menginginkan suatu prestasi. Namun ketika itu tidak tercapai, tentu akan ada tekanan yang timbul.
“Tiap orang umumnya ingin memiliki prestasi. Saat suami tidak memilki pekerjaan, sebagai individu ia sudah memiliki tekanan. Apalagi ditambah dengan faktor lingkungan, budaya serta agama, itu membuat tekanannya menjadi dua kali lipat,” jelasnya kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin, 25 Agustus 2014.
Psikolog yang berpraktik di Widya Chandra ini juga menambahkan, tekanan tidak hanya berasal dari diri sendiri, tapi juga lingkungan. Dengan nilai, budaya serta agama yang dianut masyarakat kita, tekanan pada suami yang tidak bekerja bisa menjadi dua kali lipat.
“Faktor lingkungan memberikan tekanan pada suami yang tidak bekerja dengan adanya nilai yang dianut. Sebagaimana juga diajarkan dalam agama bahwa tugas suami adalah menafkahi keluarga. tekanan tersebutnya dapat membuat suami menjadi stress,” tutup Nella.
(Renny Sundayani)