SELAMA ini kita seringkali berfikir bahwa suami haruslah menjadi pencari nafkah dengan penghasilan yang jauh lebih besar dari istri. Jika istri memiliki pekerjaan yang lebih sukses dengan penghasilan yang lebih besar, seringkali dianggap sebagai sebuah pemicu masalah rumah tangga, namun hal tersebut tidaklah benar sepenuhnya. (Baca: Suami Tak Bekerja, Istri Wajib Jelaskan ke Anak)
Ketika istri memiliki pekerjaan yang lebih sukses daripada suami dengan penghasilan yang lebih besar, tentu memiliki dampak tersendiri terhadap hubungan rumah tangga. Namun seiring berkembangnya paradigma di masyarakat, hal itu dianggap bukanlah sebagai sesuatu yang buruk, bahkan menjadi motivasi bagi pasangan suami dan istri untuk terus meniti karir.
Ketika pekerjaan seorang istri lebih sukses dengan penghasilan yang lebih besar, salah satu psikolog, Nella Safitri Cholid menganggap bahwa hal tersebut harus dibicarakan dengan suami.
“Itu dalam hubungan rumah tangga harus dibicarakan, harus ada kesepakatan. Saya pernah wawancara dengan selebriti yang merupakan seorang istri dengan penghasilan yang lebih besar, dan itu tidak berdampak buruk kepada pernikahan mereka,” katanya kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin, 25 Agustus 2014.
Sebagai salah satu contoh kesuksesan seorang istri yang melebihi suami, Nella menganggap bahwa hal tersebut bahkan tidak berdampak buruk pada pernikahan sepasang suami istri. Justru hal tersebut dianggap oleh psikolog yang berpraktik di Widya Chandra sebagai suatu bentuk motivasi diri.
“Hal itu bisa berjalan dengan baik karena adanya kesepakatan diantara suami dan istri. Mereka menganggap bahwa itu adalah bentuk dari perkembangan diri masing-masing,” simpulnya.
(Renny Sundayani)