JAKARTA – Menggugah kesadaran pengunjung untuk mencintai bangunan atau koleksi sebuah museum masih menjadi pekerjaan berat bagi pengelola Museum Sejarah Jakarta alias
Museum Fatahillah. Akan ada tindakan keras untuk mengurangi tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.
Salah satu yang menjadi kekhawatiran pengelola museum adalah tindakan vandalisme yang dilakukan sebagian pengunjung ‘nakal’ terhadap bangunan serta koleksi yang dipajang. Di luar bangunan, terdapat beragam coretan di seputaran dinding meriam.
“Ya, itu dia kesulitannya, tapi pelan-pelan saya akan kasih cara khusus bagaimana pengunjung nantinya bisa mencintai bangunan bersejarah ini,” kata Enny Prihantini, Kepala Museum Sejarah Jakarta, saat wawancara eksklusif bersama Okezone, belum lama ini.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa masih banyak pula pengunjung yang duduk-duduk di sekitaran koleksi, seperti Meriam Si Jagur, yang berada di dalam kompleks
Museum Fatahillah. Meskipun telah ditegur oleh petugas keamanan, tak sedikit pula yang kemudian mengulangi hal sama.
Bukan hanya itu, ada pula pengunjung yang duduk di pinggir jendela lantai dua hanya untuk sekadar mengambil gambar. “Ya pernah ada pengunjung yang seperti itu, itu kan membahayakan dirinya sendiri,” tambah Enny. Beruntung, saat itu petugas keamanan segera menegur pengunjung dan memperingatkannya untuk tidak melakukan hal tersebut.
Menurut Enny, penambahan personel keamanan merupakan solusi yang tengah ia pikirkan untuk meminimalisasi tindakan tersebut. “Kita akan segera tambah personel kemananan supaya pengunjung yang ‘nakal’ bisa segera diperingati, khususnya yang suka jahil mencoret-coret di luar gedung ini,” tutupnya.
(Fitri Yulianti)