KEBERADAAN Benteng Vastenburg yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, jantungnya Kota Solo, tidak sama dengan Benteng Vredeburg di Yogyakarta. Vredeburg dibangun sejajar garis lurus dengan Keraton Yogyakarta dan masih terawat hingga kini sedangkan nasib Benteng Vastenburg kian mengenaskan.
Benteng Vredeburg dibangun oleh Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff pada 1745 untuk mengawasi Keraton Kasunanan Surakarta. Benteng yang pada masa kemerdekaan pernah menjadi asrama militer Brigade Infantri 6, Trisakti Baladaya, dan Kostrad ini kini terkesan kumuh akibat tertutup bangunan-bangunan modern yang berdiri di sekitarnya.
Tak heran, bila saat ini Pemkot Solo gigih mengembalikan citra Benteng Vastenburg. Meski telah jatuh ke pihak swasta, pihak Pemkot tetap berusaha mengembalikan citra dengan menggelar agenda seni budaya berskala internasional. Langkah tersebut dilakukan Pemkot Solo yang menjadikan benteng sebagai ikon pariwisata dan budaya.
Benteng Vastenburg berdiri di atas tanah seluas 40.000 meter persegi berbentuk bujur sangkar dan pada bagian ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut seleka (bastion). Benteng dibangun berdekatan dengan rumah tinggal Gubernur Belanda (sekarang kantor Balai Kota Surakarta) di kawasan Gladak.
Tembok benteng yang telah berusia dua abad ini dikelilingi oleh parit sebagai tempat perlindungan. Ada dua pintu depan dan belakang. Menurut cerita dan dokumen sejarah, empat sumur kuno peninggalan Belanda di kompleks Benteng Vastenburg sempat hilang, tapi saat ini sudah ditemukan dan dihidupkan kembali agar bisa dimanfaatkan masyarakat.
Menurut Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, sumur kuno peninggalan Belanda akan dikembalikan fungsinya, keberadaannya juga wajib dilestarikan. "Harus dikembalikan fungsinya seperti dulu karena sumur tersebut menjadi bagian dari sejarah Benteng Vastenburg agar anak-cucu kita tahu sejarah kotanya sendiri," terang Rudy, belum lama ini.
Secara tegas, Rudy menyatakan komitmennya untuk bisa menggaet Benteng Vastenburg menjadi aset negara. Ia sadar apa yang dilakukan harus berhadapan dengan rasa ketidaksenangan sebagian kalangan yang memegang Hak Guna Bangunan (HGB). Meski begitu, Rudy tetap menjaga komitmen membawa kembali Benteng Vastenburg kepada negara. Apalagi, sejak berbagai acara digelar di benteng tersebut, sudah lebih 100.000 orang yang merasakan manfaat Benteng Vastenburg.
Sebenarnya, di Kota Solo, selain Benteng dan Keraton Kasunanan, terdapat bangunan berarsitekstur Eropa yang berdiri megah hingga kini. Di antarannya ada gedung Bank Indonesia yang dulunya bernama De Javasche Bank, Gereja St. Antonius, dan Gedung Kantor Pos yang masih dipelihara sampai sekarang.
(Fitri Yulianti)