MUNICH - Dalam festival bir terbesar di dunia yang juga menjadi alasan wisatawan datang ke Jerman di bulan Oktober, Oktoberfest, tidak hanya bir saja yang menjadi daya tarik utama. Dirndl, baju tradisional Bavarian juga populer di kalangan turis.
Satu dekade lalu, hanya pelayan-pelayan di Oktoberfest saja yang mengenakan Dirndls, baju tradisional Bavarian. Baju ini terdiri dari gaun korset yang dikenakan diatas blus putih untuk wanita, sementara para pria mengenakan Lederhosen, celana pendek kotak-kotak dengan blus putih.
Namun kini semuanya berubah. Oktoberfest yang dikunjungi ribuan wisatawan dari seluruh dunia juga diramaikan oleh turis-turis asing yang mengenakan Dirndl berwarna-warni. Terlihat bahwa turis-turis ini begitu ingin merasakan atmosfir lokal dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut.
"Saya tidak ingin terlihat seperti turis, karena itu saya sengaja membeli pakaian ini untuk festival Oktoberfest," kata Marina Teixeira, turis asal Sao Paulo, seperti dikutip dari SMH, Senin (7/10/2013).
Bahkan tren pakaian tradisional ini juga membuat toko-toko baju populer ikut menjual Dirndl. Merek terkenal seperti Hugo Boss, Esprit dan Escada memiliki koleksi Dirndl masing-masing. "Ini menjadi tren baru, dan sebagai produsen pakaian kami harus mengikutinya," kata seorang juru bicara produsen pakaian.
Maskapai juga tak mau ketinggalan dalam tren Dirndl ini. Kru kabin maskapai Lufthansa mengenakan Dirndl dalam beberapa penerbangan dari Munich. Merek olahraga Adidas juga telah mendesain jersey untuk tim sepakbola Bayern Munich yang diinspirasi dari pakaian ini.
(Fitri Yulianti)