SOLO - Keberadaan bangunan mirip Pagoda di dalam Komplek Kampus II Institut Seni Indonesia (ISI), Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, masih misterius dan belum diketahui pasti kapan dibangun. Tak ada prasasti sama sekali yang bisa menjelaskan bangunan tersebut.
Pihak ISI tidak mengetahui pasti kapan bangunan mirip Pagoda tersebut sudah berada di lokasi dalam kampus. Menurut Joko Budiyanto, salah satu Dosen ISI, bangunan tersebut baru diketahui berada dalam lahan seluas 20 hektare ini sekira 1-2 tahun belakangan. Dia mengetahui bangunan tersebut setelah pohon jati di belakang kampus ISI ditebang oleh warga.
"Tadinya kita tidak bermaksud menebang pohon jati tersebut. Namun, ada ketidaksamaan antara pihak ISI dan warga yang tanahnya kita beli. Tadinya kita menyangka, kita beli tanah warga, praktis pohon jatinya juga milik kita. Ternyata tidak. Warga mengatakan pihak ISI hanya membeli tanah, tapi pohonnya tidak. Baru setelah pohon itu ditebang, Pagoda itu terlihat," papar Joko Budiyanto kepada Okezone, di Kampus II ISI Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/6/2013).
Joko menduga, bangunan Pagoda tersebut ada kaitannya dengan kuburan China yang sebagian ada di dekat bangunan mirip Pagoda dan sebagian lagi berada di seberang Kali Anyar. Namun, pihak ISI tidak mengetahui secara detail. Hanya saja, dari pihak cagar budaya sudah melakukan pemagaran pada pagoda tersebut.
"Pagoda ini sudah diambil alih oleh pemerintah. Yang melakukan pemavingan bukan kita, tapi dari pemerintah," jelasnya.
Namun yang pasti, pihak ISI tidak mempermasalahkan bila ada warga keturunan yang berkunjung ke Pagoda tersebut. Pasalnya, secara pribadi, Joko beranggapan ada nilai positif bagi ISI yang condong melestarikan kebudayaan bila warga keturunan berkunjung ke Pagoda tersebut.
"Kalau pendapat saya pribadi, saya yakin pihak ISI tidak keberatan bila ada warga keturunan ke Pagoda tersebut," pungkasnya.
(Fitri Yulianti)