KASUS dari virus flu burung strain baru yang mematikan, telah menewaskan 27 orang di China. Penyelidikan pun masih dilakukan untuk menghentikan penyebaran.
Dalam wawancara dengan media pertamanya sejak kembali dari misi ilmiah internasional ke China pekan lalu, salah satu peneliti Profesor Angus Nicoll mengatakan wabah flu H7N9 pada manusia adalah salah satu yang harus ditangani sangat serius dan diawasi dengan ketat.
"Kami baru memulai perjalanan panjang untuk meneliti virus ini,” kata Nicoll. Flu burung dengan strain H7N9, sejauh ini telah menginfeksi sedikitnya 127 orang di China dan menewaskan 27 dari mereka, demikian yang dilansir Foxnews.
Studi ilmiah virus telah menetapkan penyebaran datang dari unggas, yang mungkin sebagian besar berasal dari ayam. Virus kemudian menginfeksi kepada orang-orang, sehingga disebut penyakit zoonosis bahwa manusia tertular penyakit dari hewan.
Nicoll mengatakan "Yang paling mendesak saat ini adalah untuk mengidentifikasi sumber virus yang beredar, yang menyebabkan ayam tertular dan virus menyerang kepada manusia. Hal ini mungkin untuk mengambil waktu, dengan hasil mungkin akan keluar selama beberapa bulan ke depan,”tegasnya. (ind)
(Tuty Ocktaviany)