Hanya 3 Tempat di Indonesia Boleh Gelar Atraksi Lumba-Lumba

Mutya Hanifah, Jurnalis
Rabu 06 Februari 2013 10:22 WIB
Pertunjukan lumba-lumba di Ocean Dream Samudera, Ancol (Foto: Fitri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Lumba-lumba adalah hewan yang pintar dan lucu, apalagi bila tengah beratraksi di kolam. Namun ternyata, kolam merupakan alat atraksi berbahaya bagi lumba-lumba.

Atraksi lumba-lumba yang berlompatan di air, berenang menghampiri pengunjung memang tampak sangat menarik untuk ditonton, dan tidak terlihat penyiksaan terhadap hewan-hewan tersebut. Padahal sebaliknya, lumba-lumba dalam sirkus keliling tersebut sangat tersiksa.

"Mereka tidak bahagia. Anda harus melihatnya di alam liar untuk tahu bahwa dia bahagia," kata Richard O'Barry, aktivis perlindungan lumba-lumba dari Amerika Serikat, saat diskusi "Wildlife Protection: Dolphins" di @america, Jakarta, Selasa (5/2/2013) malam.

"Berada di kolam yang sempit, dengan musik keras dan juga teriakan pengunjung membuat lumba-lumba stres. Mungkin nampaknya dia bahagia, dengan wajahnya yang lucu, namun sesungguhnya hewan ini mengalami tekanan," sahut Richard, yang dulunya pernah menjadi pelatih lumba-lumba untuk serial televisi Flipper.

Karena itulah, menurutnya, pertunjukan lumba-lumba sudah seharusnya dilarang. Aktivis dari Jakarta Animal Aid Network, Femke den Haas, juga mengungkapkan betapa bahaya pertunjukan seperti ini bagi lumba-lumba.

"Di alam liar, lumba-lumba bisa hidup hingga 45-50 tahun. Dalam pertunjukan seperti ini, mereka hanya bisa hidup 5 tahun," ujar Femke.

"Saat ini, di Indonesia hanya ada tiga tempat yang resmi boleh melakukan pertunjukan lumba-lumba," ujar Menteri Kehutanan Zulkifli. Tiga tempat resmi dimaksud, adalah Ancol di Jakarta, Taman Safari di Cisarua, dan Wersut Seguni Indonesia (WSI) di Semarang.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya