SAAT Anda bercerai dengan pasangan, memang akan ada yang namanya mantan suami dan mantan istri. Namun, tak akan pernah ada yang namanya mantan anak. Jika Anda atau pasangan sudah menikah kembali, anak-anak akan selalu terikat dengan Anda dan mantan.
Dalam perceraian, biasanya anak-anak yang menjadi korban. Mereka bisa menjadi pendiam atau mulai membuat masalah di sekolah karena stres yang diderita akibat perceraian orangtua. Berikut beberapa pengalaman orang-orang yang orangtuanya bercerai. Mereka berbagi pengalaman tentang apa yang mengganggu dan ingin agar orangtua mereka dulu tidak melakukan hal tertentu. Plus, pendapat para ahli tentang apa yang orangtua bercerai harus lakukan terhadap anak, seperti dilansir Woman’s Day.
Membicarakan keburukan salah satu orangtua
Orangtua Stacey bercerai ketika berusia 18 tahun dan mereka menjelek-jelekkan satu sama lain selama bertahun-tahun. "Keluarga yang hancur sudah cukup menyakitkan tanpa perlu terlibat dalam perselisihan orangtua," katanya.
Pembicaraan negatif dapat merusak harga diri anak-anak, menurut Susan Saper Galamba, pengacara perceraian dan keluarga di Overland Park, KS. "Apakah karena genetika atau lingkungan, seorang anak yang pasti terikat pada kedua orangtua. Ketika satu orangtua berulang kali berbicara negatif tentang orangtua lainnya, dan kemudian memberitahu anak bahwa dia 'mirip' orangtua yang dijelek-jelekkan tersebut, anak akan menganggap bahwa dia juga buruk," jelasnya.
Tak membolehkan anak berbicara tentang salah satu orangtua
“Anak-anak ingin membicarakan tentang kehidupan mereka, termasuk orangtua mereka yang lain, tanpa merasa bersalah," kata Dominique, yang orangtuanya bercerai ketika masih kecil. Psikolog Terri Orbuch, PhD, pakar hubungan untuk OurTime.com menambahkan, "Bahkan jika anak berbicara negatif tentang salah satu orangtua, dia tidak ingin orangtua lain yang mendengarkan menambah komentar negatif." Lebih baik bantu sang anak untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi.
Tidak memberitahu anak apa-apa
Beberapa informasi tentang perceraian memang patut diberitahu, tergantung pada situasi dan usia anak-anak, kata Pescosolido. Misalnya, Anna merasa tertipu setelah orangtuanya terus merahasiakan alasan perceraian mereka selama setahun. "Orangtua berpisah karena ayah saya gay. Lebih baik terbuka daripada mencoba mengabaikan masalah karena Anda merasa malu," katanya.
Melewatkan acara keluarga karena mantan Anda ada di sana
Ketika keluarga mengadakan acara dan mantan menghadirinya, jangan menghindar. Kecuali jika Anda mengalami perlakukan tak menyenangkan selama menikah, seperti dianiaya oleh mantan Anda. Galamba mengatakan bahwa anak-anak korban perceraian sering takut menghadiri acara-acara khusus dengan orangtua mereka.
"Memadukan keluarga ketika salah satu orangtua menikah lagi sudah cukup sulit, tapi berurusan dengan satu atau kedua orangtua yang menolak untuk menghadiri pertemuan hampir mustahil. Jika orangtua tidak berhati-hati, mereka mungkin tidak akan diundang sama sekali," jelasnya.
Semua tentang Anda
Jika Anda setuju pergi ke suatu tempat yang mantan Anda juga hadiri, hadiri pertemuan itu anggun. Frankee, yang orangtuanya bercerai sejak berusia delapan tahun, mengatakan penderitaan ibunya selama berada dekat dengan ayahnya menghancurkan momen besarnya. "Ketika saya lulus dari perguruan tinggi, ibu tidak mau memeluk sampai aku mengatakan selamat tinggal kepada ayah," katanya.
Blagg merekomendasikan agar mantan pasangan mengabaikan satu sama lain, daripada menyebabkan situasi tak mengenakan yang hanya membuat anak menderita. "Pilihlah kursi Anda dengan bijaksana. Anda tidak harus menyapa satu sama lain, tapi ingat bahwa Anda akan berurusan dengan orang ini selama bertahun-tahun yang akan datang,” sarannya.
Membuat anak-anak merasa bersalah ketika menghabiskan waktu bersama orangtua mereka yang lain
Jika Anda dan mantan memiliki hak asuh bersama, maka anak-anak pasti akan menghabiskan waktu bersama orangtua mereka yang lain secara teratur, baik ketika hari biasa atau hari libur. Galamba mengatakan bahwa orangtua harus ingat bahwa meskipun mereka bercerai, tidak ada yang namanya mantan anak.
"Jangan bilang kepada anak betapa kesepiannya Anda ketika mereka menghabiskan waktu dengan orangtua lainnya, atau bahwa Anda menyesal mereka harus menghabiskan waktu dengan orangtua lain. Sebaliknya, beritahu mereka untuk bersenang-senang dan pertimbangkan waktu ketika anak-anak pergi sebagai waktu relaksasi Anda," jelasnya.
Membenarkan perilaku buruk Anda
PJ, yang orangtuanya bercerai ketika masih kecil, mengatakan bahwa ayahnya yang bangga telah berselingkuh membuat perceraian menjadi lebih sulit bagi PJ dan saudaranya. "Saya bertanya kepada ayah beberapa tahun kemudian apakah dia menyesal atas apa yang dilakukan dan dia berkata, “Tidak, dan saya akan melakukannya lagi.” "Di mana ayah yang mengajari saya apa yang benar dan salah? Dia merusak kredibilitasnya di mata saya."
Pescosolido mengatakan bahwa perselingkuhan adalah urusan orangtua. Hal ini dapat merusak hubungan Anda dengan anak-anak dan membuat mereka memiliki masalah kepercayaan jika mereka mempunyai hubungan.
Menempatkan anak-anak Anda di tengah-tengah
Jessa mengingat memberikan cek dukungan anak dari ayahnya untuk ibunya sampai dia berusia 20 tahun. Jessa mengatakan bahwa hak itu memalukan. Anak-anak tidak seharusnya menjadi perantara, kata Dr Orbuch. "Jika ibu atau ayah mereka ingin menyampaikan sesuatu atau harus membuat keputusan bersama-sama, mereka harus berbicara satu sama lain," katanya.
Membuat semua orang merasakan ketidakbahagiaan Anda
Rasa sakit dari perceraian dapat bertahan lama, tetapi jangan membaginya ke anak-anak Anda. Ibunya Lindsay masih menyuarakan kepahitan yang dia rasakan setelah bercerai. "Saya merasa terluka ketika ibu saya berkata, “30 tahun terakhir adalah sia-sia. Saya merasa seperti sudah merepotkan," ujarnya. Galamba mengatakan bahwa tidak ada anak yang ingin terus mendengar bagaimana orangtuanya menderita.
(Tuty Ocktaviany)