Cegah Seks Bebas pada Remaja, Orangtua Perlu Lakukan Ini

K. Wahyu Utami, Jurnalis
Selasa 18 Desember 2012 21:50 WIB
Ibu dan anak berbincang (Foto: Webmd)
Share :

PERGAULAN bebas yang terjadi pada remaja zaman sekarang bisa menyebabkan ke arah seks bebas. Anda sebagai orangtua sebaiknya mengawasi anak Anda dan membekali mereka dengan pengetahuan tentang seks sejak dini.

Masa remaja merupakan masa rawan dimana proses perkembangan fisik dan mental sedang tumbuh deras. Di luar perubahan fisik, urusan seksual menjadi salah satu perubahan yang mereka alami.

Mengantisipasi hal ini, orangtua sebaiknya memberikan pengetahuan seputar seks agar mereka bisa melindungi organ intimnya dengan baik.

Selain itu, informasi dan edukasi seksual pada anak bisa mencegah anak remaja terjerat hubungan seks bebas

Menurut Mid Day, ada beberapa hal yang bisa Anda jelaskan pada anak remaja mengenai pencegahan seks di usia remaja.

Dapat menghancurkan impian masa depan

Baik anak remaja Anda pria atau wanita, Anda dapat mengatakan padanya jika mereka melakukan hubungan seks bebas di usia remaja maka akan dapat menyebabkan hancurnya impian mereka tentang masa depan.

Menurut penelitian yang dilakukan selama enam tahun yang dilakukan oleh University of Glasgow, kepada lebih dari 5000 responden remaja usia 14 hingga 19 tahun, ditemukan remaja yang melakukan hubungan seks bebas banyak diantara mereka yang putus sekolah ditengah jalan akibat hamil terlebih dahulu. Itu sebabnya, mereka tidak dapat melanjutkan sekolah.

Rentan perceraian

Meski diketahui remaja yang melakukan hubungan seks di usia dini tidak menjamin kelanggengan kehidupan rumah tangga mereka. Pasalnya, justru ditemukan terjadinya perceraian.

“Karena kestabilan emosi di usia remaja menyebabkan mereka tidak dapat mengendalikan pikiran dan tingkah laku secara dewasa. Itulah yang menyebabkan banyaknya tejadi perceraian dari pernikahan yang disebabkan hubungan seks bebas,” jelas salah satu juru bicara penelitian.

Kehamilan remaja, faktor kematian awal

Kehamilan di usia remaja dinyatakan sebagai faktor kematian nomor satu dari gadis remaja di seluruh dunia. Dalam sebuah laporan baru yang ditemukan yayasan anak, bahwa anak perempuan di bawah 15 tahun lima kali lebih mungkin meninggal dalam masa kehamilan daripada wanita berusia 20-an. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya