KABUPATEN Bantaeng, Sulawesi Selatan, menyimpan pesona obyek wisata yang menarik. Salah satunya wisata budaya Gua Batu Ejayya.
Dalam bahasa masyarakat setempat, "Ejayya" berarti "merah". Pasalnya, batu raksasa tersebut akan nampak berwara merah jika dilihat dari kejauhan.
Objek wisata yang terletak di Kelurahan Bontojaya, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini ada salah satu objek wisata budaya yang terkenal di Bantaeng. Tidak heran jika pihak Badan Purbakala Provinsi Sulsel menjadikan bongkahan batu ini sebagai benda cagar budaya.
Di dasar bukit juga terdapat sebuah telapak tangan manusia. Saat ini, kondisi telapak tangan tersebut mulai memudar. Perlu dilihat dengan teliti agar dapat melihat dengan jelas bekas telapak tangan itu.
Sebagian warga menganggap, telapak tangan tersebut merupakan telapak orang pertama yang menginjakkan kakinya di Bantaeng. Pasalnya, bukit ini adalah rumah pertama orang Bantaeng zaman purbakala. Awalnya, di tempat ini juga banyak ditemukan sejumlah benda purbakala, berupa kerang dan serpihan senjata. Hanya saja, benda-benda itu sudah diamankan oleh pihak Badan Purbakala Provinsi Sulsel.
Cukup mudah untuk mengunjungi gua ini. Jaraknya hanya berkisar 16 kilometer dari Kota Bantaeng. Segala macam kendaraan dapat mengakses jalan menuju tempat ini.
Untuk mencapai puncak bukit ini, pengunjung harus melewati beberapa gua kecil. Sesekali, pengunjung juga akan mendaki dinding-dinding terjal bukit ini. Bau kelelawar kadang menyengat hidung. Lokasi tersebut akan sangat ramai dikunjungi usai Lebaran karena sebagian besar warga ingin menikmati keindahan batu raksasa.
Di puncak bukit, terdapat sebuah batu yang cukup besar. Dari atas puncak batu tersebut, wisatawan bisa melihat Kabupaten Bantaeng secara keseluruhan.
"Kami berupaya melakukan promosi untuk memperkenalkan wisata budaya ini," kata Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng Muhammad Saeruddin.
(Fitri Yulianti)