VATIKAN - Kapel Sistine, salah satu atraksi wisata terpopuler di di Vatikan terancam akan dibatasi untuk umum. Koleksinya diharapkan tidak akan rusak.
Pemerintah Vatikan mengumumkan bahwa ada kemungkinan akan membatasi jumlah pengunjung Kapel Sistine. Ini dilakukan sebagai upaya melindungi tempat wisata tersebut dari kerusakan.
Kapel Sistine, yang baru saja merayakan 500 tahun berdirinya, dikunjungi sedikitnya 20 ribu turis per hari saat musim liburan. Para ahli seni mengeluh ramainya pengunjung dapat merusak atmosfir religius kapel sekaligus merusak karya seni di dalamnya.
Kritik ini awalnya diungkapkan oleh Kritikus Seni Italia, Pietro Citati, yang mengirim surat terbuka pada koran terbesar negara tersebut. Citati mengatakan, ramainya pengunjung merusak kesakralan kapel.
"Turis-turis ini mengancam keindahan seni dalam Kapel Sistine dengan debu, kotoran yang mereka bawa dari luar. Mereka berulang kali berfoto dalam kapel, meski telah dilarang," katanya, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (01/11/2012).
Direktur Museum Vatikan, Antonio Paolucci, mengatakan bahwa hingga kini belum ada pembatasan jumlah pengunjung. Namun, bukan tidak mungkin hal tersebut akan dilakukan.
"Kami akan melakukan hal ini apabila pertumbuhan kunjungan wisatawan telah melebihi batas yang tidak dapat dikendalikan," tutupnya.
(Fitri Yulianti)