Perselisihan Saat Proses Cerai Berdampak pada Anak

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis
Senin 02 Juli 2012 08:55 WIB
Demian-Yulia Rachman (Foto: Dok. Okezone)
Share :

PERCERAIAN tentu membawa pengaruh yang besar untuk anak. Apalagi jika dibarengi dengan perselisihan dari kedua belah pihak.
 
Psikolog Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) Indri Savitri, M.Psi, membenarkan hal tersebut. “Itu pasti berimbas. Setiap perceraian pasti membawa dampak tersendiri untuk anak. Ini kan bentuk kehilangan akan sosok kedua orangtuanya. Yang tadinya mereka ada di dalam satu rumah, lalu harus kehilangan salah satunya,” tutur Indri saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.
 
Menurut Indri, perceraian yang disertai dengan perselisihan menandakan bahwa masing-masing pasangan tidak siap dengan kondisi sebenarnya. Seperti pada kasus perceraian pasangan artis Yulia Rachman dan Demian Aditya. Ini tentunya akan membawa trauma tersendiri bagi buah hati mereka.
 
“Bisa saja ini tidak kelihatan efeknya. Misalnya, seperti si anak jadi lebih diam, lebih tertutup, atau kalau anaknya memang ekspresif, maka dia akan bisa lebih menangis, lebih memberontak, dan sebagainya. Ini bisa menjadi trauma tersendiri,” jelasnya.
 
Namun, Indri juga mengatakan bahwa setiap orangtua yang bercerai tidak seharusnya disertai dengan perselisihan. Sebaiknya, orangtua lebih memprioritaskan kepentingan si anak.
 
“Harus ada pendampingan pada anak yang dilakukan oleh orangtuanya. Harus menjadi wise full thinking, apa yang terbaik untuk anak. Sebab, si anak ini pasti berpikir ingin balik lagi, ingin punya ayah dan ibu yang utuh. Apalagi kalau orangtuanya menikah lagi, bisa saja si anak tidak menerima keadaan itu,” tutupnya. (ina)

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya