MENONTON film sihir semacam Harry Potter ternyata tidak menimbulkan dampak negatif bagi anak. Sebaliknya, kreativitas anak justru meningkat pesat.
Banyak orangtua merasa bersalah karena membiarkan anaknya menonton film sihir seperti
Harry Potter karena khawatir akan berdampak buruk bagi perkembangannya. Namun kini mereka dapat dapat bernafas lega. Pasalnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan Lancaster University menemukan, bahwa anak-anak yang menonton film seperti
Harry Potter akan membuat kreativitas dan imajinasinya meningkat.
Penelitian ini merupakan studi pertama yang menganalisa apakah ada manfaat edukasi dari penayangan konten sihir bagi anak seperti penyihir Santa Claus, Kelinci Paskah, dan peri gigi.
Konsep pemikiran tentang sihir melibatkan kepercayaan pada hal-hal supernatural seperti hewan yang bisa bicara atau penyihir dengan sapu terbangnya. Dengan pengaruh tersebut, penelitian pun menunjukkan bahwa anak usia empat hingga lima tahun memikirkan tentang keajaiban setiap hari, seperti dirilis
Femalefirst.
Studi ini melibatkan dua kelompok anak usia empat hingga enam tahun yang menonton cuplikan film
Harry Potter and the Philosopher's Stone selama 15 menit. Dalam studi tersebut, sebagian
scene menayangkan hewan yang bicara dan penyihir yang mengucapkan mantra sambil mengayunkan tongkat sihir. Sedangkan
scene lainnya menayangkan karakter yang sama, namun tanpa konten sihir.
Setelah itu, anak-anak tersebut mengikuti tes kreativitas dan diminta berpura-pura untuk menjadi kelinci atau menyetir sebuah mobil. Mereka juga diminta untuk memikirkan cara-cara berbeda melemparkan cangkir ke dalam tong sampah dan kegunaan lain dari cangkir. Hasilnya, anak yang menonton
scene dengan konten sihir mendapatkan hasil tes kreativitas yang lebih baik.
Penelitian ini menyimpulkan, "Pemikiran tentang sihir dapat dilihat sebagai sumber lain yang dapat membangun imajinasi dan cara berpikir yang berbeda pada anak."
(ind)(Tuty Ocktaviany)