SEJUMLAH wisatawan mengunjungi Colosseum, Roma, Italia, beberapa waktu lalu. Akibat salju Colosseum mengalami kerusakan.
Salju tebal yang turun dalam beberapa pekan terakhir ini telah mendatangkan malapetaka di seluruh Eropa. Tak hanya korban manusia, salju juga telah merusak beberapa bangunan bersejarah di Italia, termasuk Colosseum.
Suhu yang membeku akibat salju lebat membuat beberapa dinding Colosseum hancur. Akibatnya, situs bersejarah itu pun ditutup. Keputusan menutup Colosseum itu tak urung mengecewakan ribuan wisatawan yang ingin menikmati keindahan warisan Kekaisaran Romawi itu. Adapun pemeriksaan tengah dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakan dan mencegah kehancuran lebih lanjut.
”Tes dan evaluasi kerusakan masih tetap berlangsung, terutama pada tingkat kedua dari lengkungan,” papar arkeolog dan pihak pengawas dari Colosseum Rossella Rea kepada CNN.
Rea menambahkan, penutupan paksa itu akan memiliki dampak pada keuangan yang serius. Colosseum mampu menarik sekitar 7.000 pengunjung dalam sehari dengan tiket masuk 12 euro per orang.
Juru bicara Departemen Warisan Budaya dan Aktivis Italia Cristiano Brughitta mengatakan, kerusakan disebabkan es yang menempel dan membentuk dinding di Colosseum. Untuk mengantisipasi kasus serupa, Brughitta menyarankan agar Roma menggunakan sejenis “selimut” dingin untuk monumen bersejarah seperti Colosseum yang telah berdiri hampir 2.000 tahun. Menurut Gabriele Cavalera, juru bicara dewan lokal, salju yang menempel ini ada dalam jumlah besar.
”Saat suhu turun di bawah nol dan ada hujan serta salju, hal itu menyebabkan es membentuk pada wadah yang ditempatinya. Peningkatan volume akan mendorong batu plester eksternal sehingga menyebabkan potongan-potongan kecil dinding untuk runtuh dan terjatuh,” papar Cavalera.
Arsitek senior dari Heritage Inggris Pickles Daud menjelaskan kerusakan tersebut merupakan versi ekstrem dari kerusakan bangunan selama cuaca sehari-hari. Pickles memaparkan, ada siklus pembekuan atau pencairan dari seluruh kerusakan bangunan di mana kelembapan masuk ke batu dan meresap ke dalam pori-pori batu yang kemudian membeku serta mengembang dengan begitu signifikan.
Dengan demikian, batu akan memecah dan ketika mencair, potongan batu akan mulai berjatuhan. Hal itu terjadi sepanjang waktu dan tentu saja menjadi salah satu mekanisme kerusakan besar dalam bangunan bersejarah. Sebab sebagian besar air merembes dan mereka tidak bisa mencegahnya.
Tak hanya Colosseum, salju juga berpotensi meruntuhkan beberapa bangunan yang mengelilingi Urbino–situs warisan dunia UNESCO–akibat tebalnya salju. Di daerah kawasan Urbino, wilayah bagian Marche di Italia, beberapa bangunan seperti biara San Francesco dan San Bernardino telah runtuh, sementara atap Gereja Kapusin di luar pusat kota dikabarkan ambruk.
”Kekhawatiran terbesar kami adalah pada bangunan bersejarah yang memiliki balok kayu dan atap halus,” tandas Cavalera.
(Fitri Yulianti)