Waspada, Rumah Potensi Timbulkan Keracunan

Gustia Martha Putri, Jurnalis
Senin 02 Januari 2012 20:15 WIB
Anak-anak sedang bermain (Foto: Gettyimages)
Share :

DI balik kehangatan rumah, ternyata di dalamnya pun menyimpan ancaman berbahaya. Potensi keracunan karena penggunaan barang kimia sehari-hari disinyalir menjadi penyebabnya.

Berhati-hatilah menggunakan produk-produk rumah tangga. Pasalnya, penggunaan barang-barang tersebut sebagian besar mengandung zat-zat yang berpotensi beracun, seperti detergen, pemutih pakaian, dan pencair cat. Tak hanya itu, lemari obat pun memungkinkan simpanan kandungan obat bebas dan obat resep yang beracun bila diminum dalam dosis berlebihan. Belum lagi ancaman kehadiran tumbuhan beracun di halaman rumah.

Dari sekian ancaman tersebut, risiko terbesar yang terserang keracunan tersebut adalah buah hati Anda. Untuk itu, Anda pun perlu melakukan tindakan preventif agar ancaman tersebut tidak menjalar.

Dr Miriam Stoppard dalam buku “Panduan Kesehatan Keluarga” mengatakan, bahwa untuk menghindari hal tersebut, zat berbahaya sebaiknya harus selalu disimpan dalam lemari terkunci atau setidaknya di luar jangkauan mereka. Karenanya, jangan pernah menyimpan zat berbahaya selain dalam wadah aslinya, terutama menyimpan di botol minuman bekas yang bisa menipu anak.

Dijelaskan Dr Miriam, jika anak kebetulan terkena racun rumah tangga seperti menelan pemutih pakaian atau detergen, jangan pernah memaksakan dia untuk memuntahkannya. Jika korban tidak sadar, pastikan saluran napasnya terbuka dan dia dapat bernapas dengan baik. Bersiap-siaplah melakukan resusitasi (mengombinasikan kompresi dada dengan napas bantuan untuk menjaga darah tetap beroksigen) jika perlu.

Hubungi ambulans. Beri tahu zat apa yang tertelan jika Anda mengetahuinya. Jika anak tidak sadar dan bibirnya terbakar zat korosif, beri dia minuman air dingin atau susu.

Beda hal jika anak Anda keracunan obat. Jika Anda menduga buah hati menjadi korban overdosis obat, entah sengaja atau tidak, pun jangan mencoba membuatnya muntah. Sebab hal itu tidak berguna dan mungkin memperparah kondisi.

Jika korban tidak sadar, pastikan pula saluran napasnya terbuka dan dia bernapas. Dan lakukan resusitasi jika diperlukan. Jika korban sudah muntah. Simpan sampel muntah untuk mengidentifikasi obat. Carilah wadah obat kosong untuk kemudian diserahkan ke rumah sakit bersamaan dengan korban. Terakhir, segera hubungi ambulans. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya