MENGHABISKAN waktu bersama keluarga saat hari libur, merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghilangkan kepenatan hidup di Ibu Kota DKI Jakarta. Tetapi kerap kali kita dihadapkan dengan tujuan berlibur yang itu-itu saja, seperti mal dan tempat bermain modern, yang sarat dengan kehidupan konsumtif.
Jika bosan jalan-jalan ke mal, Anda bisa memilih
refreshing ke tempat wisata alami tanpa harus jauh-jauh ke luar kota. Salah satunya adalah situ alias danau buatan. Jalan-jalan ke situ selain bisa dijadikan wisata edukatif, kocek yang harus dirogoh juga relatif tidak terlalu dalam.
Situ adalah sebuah danau kecil di tengah sebuah pemukiman atau kawasan, yang merupakan cadangan alam yang sangat penting. Bukan hanya untuk menyimpan air, tetapi juga berfungsi untuk meredam banjir.
Di sekitar lokasi situ biasanya, terdapat tempat untuk berwisata air, seperti memancing, perahu gayuh. Tidak hanya itu, juga ada arena outbond, berwisata kuliner atau Anda bisa melakukan piknik dengan membawa makanan dan kudapan favorit dari rumah.
Sekadar diketahui, situ di DKI Jakarta berjumlah 40 buah, rinciannya adalah Jakarta Selatan terdapat tujuh situ dengan luas 66,5 hektare (ha), Jakarta Pusat tiga situ dengan luas 7,4 ha, Jakarta Utara 12 situ dengan luas 179,5 ha, Jakarta Barat dua situ dengan luas 5 ha dan Jakarta Timur 16 situ dengan luas 66,875 ha.
Sebanyak 28 situ (70 persen) merupakan situ alami. Dari ke 40 situ tersebut, 12 situ (30 persen) merupakan buatan seperti Situ Taman Ria Remaja, Waduk Kebon Melati, Waduk PIK I, Waduk PIK II, Waduk Muara Angke, Waduk Sunter I, Waduk Sunter III, Waduk Setiabudi, Situ Elok, Waduk PDAM, Situ TMII (Archipelago Indonesia) dan Situ TMII.
Namun berdasarkan situs Pemda DKI Jakarta, dari ke-40 situ tersebut, tinggal beberapa saja yang bisa Anda kunjungi, seperti Situ Kelapa Dua Wetan, Ciracas; Situ Baru atau Situ jamboree di Kompleks Bumi Perkemahan Graha Wisata Pramuka; Situ Babakan di Kelurahan Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan; dan Situ Lembang di Kelurahan Menteng, Menteng, Jakarta Pusat.
Ada juga Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang. Lokasinya tidak begitu jauh bagi Anda yang berdomisili di Jakarta Selatan, Ciputat dan sekitarnya.
Tanggul Situ Gintung sempat ambrol dan memakan korban jiwa pada 27 Maret 2009 silam. Kini, lokasi yang sempat porak-poranda tersebut sudah berubah penampilan. Tidak hanya sebagai terminal air, Situ Gintung juga sebagai tempat wisata. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk berjoging pagi atau sore, bermain air, bersepeda ria atau sekadar foto-foto.
Kendati demikian, tidak semua situ bisa dijadikan untuk tempat tamasya keluarga, karena kondisinya yang mengalami pendangkalan dan penyusutan.
Situ mana saja yang asyik untuk menjadi tempat plesiran di akhir pekan?
Okezone mencoba menelusuri satu per satu situ tersebut, dan akan ditayangkan secara berkala selama sepekan ke depan. Selamat berlibur!
(Rani Hardjanti)