APAKAH Anda kesulitan menghilangkan noda bekas rokok dan kopi? Jika ya, perhatikan kembali cara Anda membersihkan gigi. Pasalnya, penggunaan sikat gigi yang tidak tepat menyebabkan noda membandel di gigi Anda tetap menempel.
Bagi para perokok, mungkin Anda sadar dengan noda yang dihasilkan dengan kebiasaan Anda menghisap batang berisi tembakau tersebut. Selain menimbulkan kenikmatan saat dihisap, nyatanya merokok juga menghasilkan noda yang dapat mengganggu penampilan.
Ya, noda berkerat yang menempel di gigi memang membuat tampilan jadi tak sedap. Karenanya, proses pembersihan gigi pun perlu dilakukan secara maksimal.
"Untuk perokok, bulu sikat yang medium atau
hard sangat dianjurkan," tutur drg Andreas Gunawan selaku Medical Executive PT Kalbe Farma dalam obrolan dengan
okezone di gedung PT Bintang Toedjoe, Pulomas, Jakarta, Rabu (18/8/2011).
Berbeda dengan orang biasa atau nonperokok, pemilihan bulu sikat yang cenderung kasar memang sangat dianjurkan para perokok saat menyikat giginya.
Alasan itu dikarenakan noda yang dihasilkan karena merokok, minum kopi, atau teh. "Dengan bulu sikat yang halus, noda akan sulit dibersihkan sehingga mereka pun akan lebih nyaman memakai yang
hard. Walaupun untuk pembersihan yang efektif memang tetap harus ke dokter gigi," imbuhnya.
Dilanjutkan drg Andreas, meskipun bulu sikat lebih kasar tak berarti Anda membarenginya dengan gerakan yang keras ketika menyikatnya.
"Yang dibedakan hanya bulu sikatnya saja, tapi tidak tingkat gerakannya. Pasalnya kalau Anda menyikat sekuat tenaga, maka gigi akan terkikis dan lapisan email akan tergerus. Akibatnya, gigi akan sensitif," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)