BATIK yang identik dengan kesan "orangtua" coba digarap dengan nuansa yang lebih trendi. Dengan demikian, desain yang tercipta pun dapat diterima kalangan anak muda.
Keindahan batik memang sudah tak diragukan lagi. Sebagai warisan budaya, pesona batik memancarkan daya magis yang membuat sang pemakai tampak lebih menawan. Jika dulu busana ini lekat dengan orangtua, maka seiring perkembangan zaman busana batik pun mulai digandrungi anak muda. Dengan tampilan yang lebih segar, tentu hal ini pun akan menggugah generasi muda untuk mengenakannya.
Jeremy Thomas, artis senior itu pun mengamini bahwa batik memiliki potensi besar untuk masuk ke kalangan muda secara lebih luas.
"Batik itu identik dengan kesan 'berumur' dan konservatif. Jadi saya melalui desain yang diciptakan istri saya, Ina Thomas, melahirkan motif sederhana yang tidak ramai,
cutting trendi dan modern. Kami membidik pasar yang belum dikerjakan orang lain," kata Jeremmy yang mendampingi sang istri dalam sesi konferensi pers “Wajah Mode in Ramadhan” di La Mangiare Cafe, Pasaraya, Jakarta, Rabu (27/7/2011).
Dari sana, desain menarik yang lebih
fresh pun tercipta. Ya, Jimmy (sapaan akrabnya) memang ingin menjadikan batik tidak lagi konservatif dengan tawaran
cutting masa kini yang disuguhkannya. "Kami ingin membuat batik jadi tren di Indonesia," sambungnya.
Karenanya, keikutsertaan istrinya dalam ajang mode yang diselenggarakan Pasaraya menyambut Ramadhan tersebut pun dijadikan lahan potensial untuk makin mensosialisasikan batik modern.
"Pada tahapan ini, kami memang baru mengomunikasikan bahwa pria tetap dapat tampil simpel dengan batik. Saya ingin orang terbiasa mengapresiasi produk Indonesia. Tak hanya itu, kami pun harus mengerti bahwa pasar anak muda sekarang memang menyukai batik yang
stylish dan trendi. Jadi, kami mengajak mereka untuk lebih mencintai batik di mana busana tersebut bukan hanya untuk kondangan, semata tapi juga bisa untuk anak muda," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)