ASOSIASI Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dengan bangga memamerkan karya salah satu desainer muda berbakat, Defrico Audy. Defrico yang mengangkat tema "Rhythm of Tribalism" menyulap kain ulap doyo dan kain motif Dayak, menjadi koleksi yang mengagumkan.
Konsep rancangan sendiri terinspirasi dari keanekaragaman budaya Kutai, negara yang dulu adalah sebuah kerajaan Kutai penganut agama Hindu pertama di Indonesia. Di mana banyak sekali peninggalan sejarah kerajaan berupa kesenian, kebudayaan, dan kain tradisional yang hanya digunakan untuk mahar atau upacara adat saja.
"Kebudayaan yang kental akan kepercayaan animismelah yang menjadi inspirasi koleksi saya, di mana saya meletakkan kerincingan pada baju sagta yang saya terjemahkan alat untuk memanggil arwah pada saar upacara agama," kata pemilik label Defrico Audy, Aute by Audy dan Puan di Hotel Harris, Kelapa Gading, Kamis (19/5/2011).
Bisa dikatakan, Defrico menampilkan apa yang disebut pakaian para prajurit dan raja yang glamor dan sangat kental akan detail etnik. Untuk warna, koleksi ini lebih ditampilkan dengan warna-warna cerah yang menurut Defrico tengah menjadi tren.
(Chaerunnisa)