Cegah Nyeri saat Melahirkan

Koran SI, Jurnalis
Kamis 04 Maret 2010 10:59 WIB
Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis dengan intensitas yang berbeda-beda pada masing-masing individu. (Foto: Google)
Share :

BAYANGAN rasa nyeri ketika melahirkan kerap kali  menghantui para ibu hamil (bumil) menjelang  persalinan. Apalagi bagi mereka yang baru pertama  melahirkan. Bagaimana mengatasinya?  
Bagi ibu bumil, persalinan mungkin  menjadi saat yang mendebarkan. Ada rasa gembira karena  bakal melahirkan bayi mungil dan  lucu. Namun, di balik itu tebersit  rasa ngeri bila mengingat rasa  sakit, mulas, dan nyeri yang bakal  menyertainya. “90 persen wanita mengalami  nyeri persalinan yang cukup  berat,” kata dokter kandungan  dari Rumah Sakit Omni Internasional,  Alam Sutera Tangerang,  dr Mufti Yunus SpOG.
 
Dikatakan Mufti bahwa rasa  nyeri merupakan salah satu mekanisme  alami dari tubuh manusia, sebagai peringatan akan adanya  bahaya. Sementara, menurut International  Association of The Study  of Pain, rasa nyeri adalah suatu  pengalaman sensorial dan emosional yang tidak menyenangkan  akibat adanya kerusakan jaringan  yang nyata atau berpotensi rusak  atau tergambarkan seperti itu.
 
“Nyeri persalinan merupakan  proses fisiologis dengan intensitas  yang berbeda-beda pada masing-masing  individu,” ucapnya saat  menjadi pembicara dalam seminar  “Melahirkan Tanpa Rasa  Nyeri” di RS Internasional Omni  Alam Sutera Tangerang, beberapa  waktu lalu.
 
Beberapa faktor yang memengaruhi  timbulnya rasa nyeri  pada saat melahirkan di antaranya  faktor usia, drip oksitosin (induksi  persalinan atau persalinan dari  pasien yang belum terlihat tanda-tanda  kelahiran sehingga dilakukan  induksi persalinan),  nulipara (wanita yang belum  pernah melahirkan), dan  lingkungan sosial.
 
Secara garis besar, proses  persalinan diawali kontraksi atau tegangnya seluruh otot rahim. Dan  inilah yang menyebabkan bayi  terdorong keluar rahim secara  bertahap sedikit demi sedikit,  hingga mulut rahim secara bertahap  akan terbuka (sekitar 10  cm).
 
“Rasa nyeri pada saat  melahirkan ini muncul akibat  adanya kontraksi otot-otot kandungan,”  ucap dokter yang juga  berpraktik di RSUD Pasar Rebo,  Jakarta ini.
Nyeri saat melahirkan, tidak  hanya nyeri pada fisik, juga ada  tiga jenis nyeri saat melahirkan,  yaitu nyeri emosional, nyeri fungsional,  dan nyeri fisiologis.
 
Nyeri emosional terjadi karena pengaruh dari endokrin yang menyebabkan  rasa takut misalnya. Ada  pula nyeri fungsional misalnya karena dipicu dilatasi serviks atau  kontraksi. Nyeri fisiologis terjadi  karena keadaan bumil berubah  dibandingkan sebelumnya.
 
“Dalam proses persalinan,  awalnya terjadi kontraksi pada  otot yang bisa menyebabkan nyeri  sehingga bisa menimbulkan nyeri  fungsional,” ucap dokter lulusan  Universitas Andalas, Sumatera  barat ini.
 
Untuk mencegah terjadinya  nyeri saat melahirkan yang  berlebihan, bisa dikurangi dengan  menggunakan metode nonfarmakologi.  Antara lain dukungan  keluarga, terutama suami, hypnobirthing  atau water birth. Mengurangi  nyeri juga bisa dilakukan  dengan mengatur emosional. Hypno-birthing merupakan metode  yang mengajarkan wanita hamil agar lebih relaksasi sehingga kehamilan menjadi lancar,  termasuk mengurangi rasa nyeri.
 
”Metode relaksasi ini mendasarkan  pada keyakinan bahwa ibu hamil bisa mengalami persalinan  melalui insting dan memberikan sugesti bahwa melahirkan  itu nikmat,” katanya.
 
Selain itu, untuk mengurangi rasa nyeri bisa juga dilakukan dengan metode farmakologi, di antaranya dengan menggunakan ILA (intrathecal labor analgesia) yang dalam bahasa sehari-hari  disebut Spinal. “Mereka yang ingin melakukan metode ini, tidak  bisa dilakukan begitu saja, ILA  baru bisa dilakukan jika dokter atau bidan sudah memberikan izin kepada pasien yang lahir normal  untuk dilakukan ILA, yang kemudian  akan dikonfirmasi kepada dokter anestesi yang melakukan  penyuntikan ini,” jelasnya.
 
Sementara itu, ahli kandungan Rumah Sakit Hermina Jakarta, dr Judi Januadi Endjun SpOG(K),  mengatakan bahwa umumnya nyeri saat melahirkan ini dialami wanita yang melahirkan anak pertama. ”Setiap kehamilan pertama  hampir semua wanita mengalami nyeri saat melahirkan,” kata dokter  lulusan Universitas Indonesia ini.
 
Disarankan Judi, untuk mengurangi  rasa nyeri ini bisa dilakukan dengan senam hamil yang  bertujuan untuk mengatur pola  napas sehingga lancar saat melahirkan.
Namun, sebaiknya para bumil jangan terlalu dihantui ketakutan akan nyeri yang berlebihan. Sebab  hal itu justru memengaruhi  emosinya. Seperti yang dialami  Ajeng Welly, 27. Pegawai perusahaan  salah satu BUMN ini  mengaku ketakutan akan rasa  sakit ternyata tak sengeri yang  terjadi.
 
Waktu melahirkan anak pertamanya,  beberapa dokter menganjurkan  untuk menggunakan  metode ILA untuk menghilangkan  rasa nyeri. Namun, karena tidak  diwajibkan, Ajeng memilih untuk  tidak menggunakannya. “Ternyata enggak apa-apa kok. Cara saya  mengatasi nyeri sederhana saja kok,  atur dan tahan napas,” katanya.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya