EKSIM adalah gangguan berupa gatal pada kulit yang belum diketahui penyebabnya. Bila Anda menderita eksim, sebaiknya hindari stres karena bisa memperparah penyakit Anda.
Dihinggapi eksim atau yang dikenal dengan nama atopic dermatitis, tentu sangat tidak nyaman. Rasa gatal muncul diiringi dengan kulit menjadi agak kering dan teriritasi. Dalam kasus yang lebih parah, seluruh tubuh bisa mengalami kemerahan dan disertai dengan pembengkakan. Selain itu, kulit kehilangan kelembapannya, menebal, dan terasa sangat gatal.
Walaupun ada kesamaan, yaitu sama-sama sangat gatal, eksim bisa terlihat. Namun, berbeda antara satu orang dengan orang lain yang juga menderita eksim. Eksim semakin tidak nyaman dan mengganggu karena biasanya muncul pada area seperti lipatan tangan, kaki, belakang leher, punggung tangan, punggung kaki, dan pergelangan tangan.
Walaupun telah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun, penyebab sesungguhnya dari eksim tetap tidak diketahui. Salah satu teori yang paling umum adalah penderita eksim memiliki respons imunitas sirkuit pendek. Maksudnya, kulit bereaksi dengan tidak normal saat kulit mengalami kontak dengan suatu unsur. Dalam kasus eksim yang parah, unsur tersebut bisa selembut air.
Bagi yang lainnya, pemicunya bisa apa saja seperti pakaian, detergen, sabun, rumput, produk makanan, zat penyebab alergi (termasuk debu) hingga kurangnya kelembapan, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.
Eksim kemudian diperparah dengan adanya faktor keturunan yang membuat siapa saja bisa terserang. Bila salah satu dari orang tuanya mengidap eksim. "Seorang anak yang orang tuanya menderita eksim memiliki kemungkinan 80 persen juga akan terserang eksim," kata Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Hidayat.
Ditambahkan dokter penyuka warna hitam tersebut, eksim akan semakin parah dengan stres berkepanjangan. Bahkan, stres cenderung memicu, memperpanjang, atau memperburuk eksim yang muncul pada bagian-bagian tubuh. "Semakin stres seseorang, akan semakin parah eksim yang dideritanya," katanya lagi.
Namun, apa pun penyebab eksim yang muncul pada kulit, kulit yang terkena eksim bereaksi terhadap unsur ataupun keadaan lingkungan tanpa terkendali dan mengakibatkan kulit memerah dan membengkak mulai sedikit hingga parah. Inilah yang mengakibatkan rasa gatal dan penderitanya selalu ingin menggaruk. Beberapa bentuk eksim yang umum terjadi di antaranya Atopic eczema (atopic dermatitis) adalah bentuk eksim yang paling berbahaya dan menyakitkan, dicirikan dengan sensasi gatal dan iritasi yang sangat parah dan tidak tertahankan, menyebabkan kulit lecet, pecah-pecah, dan rentan terhadap infeksi.
Atopic eczema disinyalir timbul akibat kontak terhadap unsur penyebab alergi atau iritasi. Juga terjadi saat kulit terkena kontak langsung dengan unsur tertentu yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan berlebihan sehingga kulit memerah dan membengkak dan sensitif.
Bentuk lain dari eksim adalah eyelid dermatitis (eksim pada kelopak mata). Biasanya warna kulit sedikit merah, penebalan kulit, kulit bersisik, dan membengkak. Hal ini sangat umum dan terjadi pada hampir semua wanita, disebabkan penggunaan produk penata rambut, make up, dan pewarna kuku atau kuteks yang mengenai area mata. Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menghentikan penggunaan dan mencari pilihan lain yang tidak memicu reaksi.
Ada pula Infantile seborrhoeic eczema atau lebih dikenal dengan cradle cap. Bentuknya biasanya hanya memengaruhi bayi selama tahun pertama kehidupan mereka. Kulit yang menebal, kasar, dan kadang kemerahan ini mungkin terlihat parah, tetapi penyakit ini jarang terasa gatal atau bahkan dirasakan sang anak.
Sementara adult seborrhoeic eczema, terjadi pada orang dengan usia di atas 20 dan 40 tahun. Biasanya terlihat di kulit kepala sebagai ketombe ringan. Namun dapat pula menyebar ke wajah, telinga, dan dada.
Kulit menjadi merah, membengkak dan mulai bersisik. Keadaan ini dipercaya disebabkan tumbuhnya jamur. "Jika sampai terjadi infeksi, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengobatinya dengan obat antijamur atau segera berkonsultasi dengan dokter kulit terdekat," tuturnya menerangkan.
Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak-anak, terutama saat mereka berumur di atas dua tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia.
Namun, tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidupnya. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan.
Meskipun penyembuhan eksim sangat sulit dilakukan, pada banyak kasus, pasien dapat mengurangi terjadinya kekambuhan dengan melakukan pengobatan yang tepat dan menghindari iritan atau alergen yang menyebabkan eksim. "Yang kemudian juga perlu diingat, penyakit ini tidak menular dan tidak akan menyebar dari satu orang ke orang yang lain," katanya.
Penderitaan dan rasa gatal yang selalu muncul, bahkan tanpa kenal waktu, ternyata juga dirasakan Irma Wulan (35) yang tengah berobat di RSCM. Menurut wanita yang biasa disapa dengan panggilan Wulan itu, rasa gatal yang muncul terkadang membuatnya semakin stres.
"Apalagi jika kena panas dan berkeringat, eksim sangat tidak nyaman. Untuk mengatasinya membutuhkan waktu yang lama karena memang ini adalah penyakit kulit yang sering kali kumat," katanya.
(Tuty Ocktaviany)