Tilik Tunik

SINDO, Jurnalis
Jum'at 13 Februari 2009 11:32 WIB
(Foto: Sindo)
Share :

TUNIK, sebagai salah satu busana muslimah, memang mudah dipadupadankan. Gayanya pun semakin berkembang mengikuti zaman.

Busana muslim memiliki berbagai variasi, tapi yang paling sering digunakan para muslimah adalah tunik dan gamis. Keduanya dianggap sebagai busana yang memenuhi kaidah islami. Namun, diantara dua jenis busana tersebut, tuniklah yang paling cepat bervolusi. Bukan hanya dari segi bentuk, juga gayanya. Tidak lagi mengacu pada garis lurus ala Timur Tengah, melainkan muncul dalam citra yang lebih trendi dan fleksibel.

Bahkan saat ini, gaya tunik makin variatif dan menggoda. Permainan warna cerah, motif, serta aplikasi unik, menjadikan desain tunik tidak lagi sederhana. Melainkan cantik dan memesona. Desainer busana muslim jelas mempunyai andil besar dalam hal ini. Mereka banyak menggali hal baru demi mendapat inspirasi yang berbeda untuk rancangan masing-masing.

Pemilik rumah mode Shafira, Fenny Mustafa, pernah berujar, "Tunik pun bisa terinspirasi dari gaya kebaya dan baju kurung yang dimodifikasi." Hal itu dapat dilihat dari rangkaian koleksi terbaru Fenny untuk Shafira. Tunik besutannya tampil dalam berbagai varian. Polos dan jatuh sebagai dalaman cape, ramping ala baju kurung, anggun menjuntai hingga lutut, maupun tampil eksotis dalam gaya kaftan.

Koleksi tunik Fenny tampil lebih semarak berkat kepiawaiannya memadupadankan dengan celana panjang, kulot, bahkan sarung. Saat ingin memberikan tampilan yang lebih feminin, desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta itu memadukannya dengan rok panjang, baik yang bergaris A, lurus, maupun bergaya mermaid.

Begitu pula dengan desainer busana muslim lainnya, Jenny Tjahyawati. Di tangan Jenny, tunik selalu berevolusi menjadi busana bergaya baru. Simak saja koleksi terbarunya di pergelaran Fashion Exploration 2009, beberapa waktu lalu. Tidak lagi diperlihatkan dalam gaya biasa, tunik besutan Jenny justru tampil eksperimental dengan paduan berbagai unsur busana.

Kombinasi era Victorian yang terlihat dari bentukan manteux mantel, jubah, maupun overcoat disamarkan menjadi tunik  dan kebaya. Selain itu, tunik Jenny hadir dengan ciri khas busana muslim yang berlapis dalam kemasan gaya mix & match serta palet atraktif yang memikat.

"Permainan aksen warna sengaja saya hadirkan untuk menggambarkan kesan playful," sebutnya.

Inovasi tunik juga dilakukan Merry Pramono. Desainer yang memiliki butik di kawasan Jakarta Selatan itu menawarkan kreasi tunik dalam gaya yang lebih simpel tapi feminin. Untuk itu, Merry mengombinasikan berbagai siluet H-line, Aline, dan menggunakan teknik cutting pecah pola, potongan asimetris, dan layering.

Seperti halnya pada koleksi tunik bergaris babydoll yang ditampilkan dalam nuansa glamor dengan aplikasi payet dan kristal di bagian dada. Sementara aksen balon dan kerut di bagian lengan mempermanis rancangannya. Merry juga mencoba menampilkan gaya yang lebih dinamis dengan menggunakan potongan bersudut dan detail minimalis.

Sentuhan etnis Asia menjadi pilihan Iva Latifah dalam meramaikan gaya tunik. Siluet yang dihadirkannya pun beragam. Iva menampilkan citra dewasa yang mengadaptasi bentukan busana ala kimono Jepang.

Anda yang gemar bergaya dinamis bisa memilih koleksi milik Hinnie Hananto dan Irna Mutiara. Warna-warna cerah yang menjadi pilihan keduanya menghadirkan kesan muda, sementara motif geometris, berupa bulatan, garis, maupun kotak, memberikan efek androgyny tapi tetap manis.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya