Menguak Peran Wanita dalam Perekonomian Keluarga

Chaerunnisa, Jurnalis
Jum'at 15 Februari 2008 10:29 WIB
Foto: Corbis
Share :

UNTUK beberapa hal, kaum wanita memang masih kerap terpinggirkan dan terkungkung oleh sebutan manusia lemah. Hal itu sangat mungkin, karena tak diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi yang dimilikinya. Tapi untuk urusan pemberdayaan perekonomian keluarga, wanita patut diacungi jempol.

Meski angka statistik yang mendata jumlah pekerja wanita relatif lebih kecil daripada pria, namun dari tahun ke tahun jumlah pekerja wanita di berbagai sektor semakin meningkat. Perkembangan tersebut sangat mungkin dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat pendidikan dan bergesernya kebudayaan akibat faktor globalisasi.

Rudangta Arianti Sembiring Psi, psikolog yang concern dengan masalah anak itu mengatakan, tren wanita bekerja dari zaman dulu sudah ada. "Karena tingkat pendidikan saat ini lebih tinggi, maka variasi pekerjaan yang dapat dilakukan kaum wanita itu pun lebih banyak. Mulai dari politikus, ekonom, hingga pekerjaan sebagai artis. Selain itu, wanita lebih memilih bekerja untuk mendapat status sosial," ungkap psikolog lulusan Universitas Padjajaran ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Kamis (14/2/2008).

Namun demikian, sambungnya, meningkatnya peran wanita dalam ekonomi keluarga jangan sampai berdampak buruk terhadap harmonisnya rumah tangga. Karena beberapa data juga menyebutkan bahwa tingginya tingkat perceraian dan konflik dalam keluarga dipicu oleh makin mandirinya perempuan secara ekonomi. Tapi sebaliknya, beberapa kasus juga menunjukkan adanya eksploitasi laki-laki terhadap potensi peran perempuan dalam kegiatan ekonomi.

Karena itu, masih menurut staf pengajar di Universitas Kristen Satya Wacana, pasangan suami istri harus saling bahu membahu. Kalau memang suatu ketika ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan sehingga membuat tugas rumah tangga sedikit terbengkalai, harus mencari solusinya apakah dapat diantisipasi oleh pembantu atau menyiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.

"Jadi, peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga pada konteks tradisi ataupun modern, di ranah spiritualitas apapun, sudah selayaknya berorientasi untuk harmonisnya keluarga," pungkasnya.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya