Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Merawat Lidah Buaya agar Tumbuh Subur dan Manfaatnya Maksimal

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |07:05 WIB
Cara Merawat Lidah Buaya agar Tumbuh Subur dan Manfaatnya Maksimal
Ilustrasi cara merawat lidah buaya. (Foto: dok wirestock/Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Lidah buaya atau aloe vera dikenal sebagai salah satu tanaman yang mudah dirawat dan punya banyak manfaat. Selain cocok dijadikan tanaman hias di dalam maupun luar rumah, lidah buaya juga populer karena gel bening di dalam daunnya sering digunakan untuk menenangkan kulit yang mengalami iritasi ringan, termasuk akibat paparan sinar matahari.

Meski perawatannya relatif mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar lidah buaya tumbuh sehat dan tidak mudah rusak, mulai dari pencahayaan, jenis tanah, hingga cara menyiramnya. 

Berikut cara merawat lidah buaya di rumah seperti yang telah dilansir dari Southern Living:

1. Pastikan Dapat Cahaya yang Cukup

Lidah buaya menyukai tempat dengan pencahayaan terang. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari langsung maupun cahaya terang tidak langsung. Jika diletakkan di dalam rumah, kamu bisa menempatkannya di dekat jendela yang mendapat cukup sinar matahari.

Supaya pertumbuhannya merata, putar posisi pot secara berkala. Dengan begitu, semua sisi tanaman bisa mendapatkan pencahayaan yang cukup.

2. Tanah Berpasir Cocok untuk Lidah Buaya

Pemilihan media tanam juga berpengaruh terhadap kesehatan lidah buaya. Tanaman ini lebih cocok ditanam di tanah berpasir yang memiliki drainase baik sehingga air tidak menggenang di sekitar akar.

Untuk menanamnya di dalam pot, kamu bisa menggunakan media tanam khusus kaktus atau sukulen. Jika menggunakan media tanam biasa, campurkan tanah pot dengan pasir dalam jumlah yang sama agar air lebih mudah mengalir.

3. Jangan Terlalu Sering Menyiram

Sebelum menyiram, pastikan lapisan tanah bagian atas sedalam sekitar 2,5–5 sentimeter sudah benar-benar kering. Setelah itu, siram tanaman secukupnya dan pastikan kelebihan air dapat keluar melalui lubang drainase pot.

Jangan membiarkan pot terendam atau terus-menerus berada di atas wadah berisi air. Saat musim hujan, lidah buaya yang diletakkan di luar ruangan juga sebaiknya ditempatkan di area yang terlindung dari curah hujan berlebihan.

4. Perhatikan Suhu dan Kelembapan

Lidah buaya menyukai suhu hangat dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang relatif kering. Tanaman ini juga tidak membutuhkan pengaturan kelembapan khusus jika dipelihara di dalam rumah.

Jika lidah buaya diletakkan di luar ruangan, perhatikan perubahan suhu, terutama pada malam hari. Saat suhu mulai turun, pindahkan tanaman ke dalam rumah atau tempat yang lebih terlindung.

5. Berikan Pupuk Secukupnya

Jika ingin memberikan nutrisi tambahan, gunakan pupuk tanaman hias dengan kandungan seimbang yang telah diencerkan hingga setengah dari konsentrasi anjuran. Pupuk bisa diberikan selama masa pertumbuhan, yaitu pada musim semi hingga musim panas di wilayah dengan empat musim.

Pemberian pupuk sebaiknya dibatasi, maksimal sekitar tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, tanaman tetap mendapatkan nutrisi tambahan tanpa perlu pemupukan terlalu sering.

6. Pangkas Daun yang Kering atau Rusak

Lidah buaya tidak membutuhkan pemangkasan rutin. Namun, daun yang sudah mati, mengering, atau mengalami kerusakan sebaiknya dibuang agar penampilan tanaman tetap rapi.

Gunakan gunting pangkas yang bersih untuk memotong bagian daun yang rusak. Kamu juga bisa membuang daun tua di bagian luar jika diperlukan untuk mempertahankan bentuk tanaman.

7. Manfaatkan Gel Lidah Buaya dengan Hati-Hati

Salah satu alasan banyak orang menanam lidah buaya di rumah adalah gel bening yang terdapat di dalam daunnya. Gel tersebut telah lama digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, seperti lotion dan sampo.

Jika ingin mengambil gelnya, pilih daun yang sudah cukup tebal dan matang. Potong daun dari bagian pangkal menggunakan pisau tajam atau gunting kebun yang bersih, lalu belah daun memanjang untuk mengambil gel di dalamnya.

8. Perbanyak Tanaman dari Tunas Baru

Lidah buaya dapat menghasilkan tunas kecil yang tumbuh di sekitar pangkal tanaman induk. Tunas ini sering disebut pups atau anakan dan bisa dipisahkan untuk menghasilkan tanaman baru.

Caranya, pisahkan tunas dari tanaman induk menggunakan pisau atau gunting yang bersih. Usahakan tunas masih memiliki bagian batang sekitar 2,5 sentimeter agar lebih mudah ditanam kembali.

9. Pilih Pot dengan Drainase yang Baik

Pot yang digunakan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan lidah buaya. Pilih pot yang memiliki lubang drainase cukup besar agar kelebihan air dapat mengalir keluar.

Pot berbahan terakota bisa menjadi pilihan karena materialnya membantu melepaskan kelembapan. Sebaiknya, pilih pot yang ukurannya sesuai dengan tanaman dan tidak terlalu besar.

10. Waspadai Hama dan Pembusukan Akar

Meski tergolong tanaman yang tahan banting, lidah buaya tetap bisa mengalami masalah. Salah satu yang paling umum adalah pembusukan akar akibat penyiraman berlebihan atau media tanam yang tidak memiliki drainase baik.

Selain itu, tanaman ini juga bisa diserang kutu putih atau mealybugs. Hama tersebut biasanya terlihat seperti gumpalan putih menyerupai kapas dan dapat bersembunyi di bagian tengah atau sela-sela daun.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement