Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Menarik Air Terjun Robo, Lokasi Meninggalnya Gadis 25 Tahun Asal Padang Pariaman

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |14:04 WIB
Fakta Menarik Air Terjun Robo, Lokasi Meninggalnya Gadis 25 Tahun Asal Padang Pariaman
Ilustrasi Air Terjun Robo. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Air Terjun Robo jadi viral di media sosial usai tragedi meninggalnya seorang gadis 25 tahun asal Padang Pariaman bernama Windy Rahma Putri. Ia diduga tergelincir dari ketinggian, terseret arus deras, lalu hilang tenggelam di bawah air terjun. 

Air Terjun Robo berada di kawasan Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Air terjun ini menawarkan pesona pemandangan alam perbukitan batu kapur yang asri dengan tebing curam dan aliran air alami yang jernih.

Dilihat dari medannya, Air Terjun Robo memiliki bebatuan yang cukup berlumut, licin, serta memiliki jeram atau aliran air deras dengan sudut kemiringan tinggi menuju aliran di bawahnya. Berbeda dengan beberapa air terjun utama lain di Lembah Harau, seperti Sarasah Bunta atau Sarasah Aka Barayun yang memiliki tebing tegak sangat tinggi hingga ratusan meter, Air Terjun Robo memiliki karakteristik berupa tingkatan bertingkat di atas bebatuan tebing dengan ketinggian sekitar 70 meter dari bagian atas bukit. 

Kronologi Tewasnya Gadis 25 Tahun Asal Padang Pariaman

Pada Kamis sore, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 15.45 WIB, korban berkunjung ke Air Terjun Robo bersama teman-temannya. Saat menikmati suasana dan mandi-mandi di area aliran air, korban sempat merebahkan badan di jalur aliran air terjun sementara teman-temannya mengabadikan momen tersebut.

Namun, posisi aliran air yang deras dan dasar bebatuan yang licin menyebabkan korban hilang keseimbangan. Korban tergelincir dari ketinggian 25 meter, terseret arus deras, lalu hilang tenggelam di bawah air terjun. Kejadian ini sempat terekam kamera dan videonya menyebar di media sosial.

Laporan resmi diterima Kantor SAR Padang dan BPBD Limapuluh Kota pada Kamis sore sekitar pukul 17.27 WIB. Tim SAR Gabungan yang melibatkan lebih dari 100 personel langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar aliran air.

Pencarian berlanjut hingga Jumat pagi, 16 Oktober 2026, menyisir radius hingga kurang lebih 570 meter dari titik jatuh korban. Sekitar pukul 10.45 WIB, korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari titik awal tergelincir. Jenazah kemudian dievakuasi ke posko dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Wisatawan Diimbau Utamakan Keselamatan

Menyusul insiden tersebut, pihak berwenang memutus penutupan sementara kawasan Air Terjun Robo untuk evaluasi keselamatan wisatawan dan penataan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan wisata alam.

Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata air atau air terjun diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya licinnya bebatuan, arus deras, serta selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement