Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanaman Layu? Cuma Butuh Bahan-bahan Ini agar Bisa Segar Lagi

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |09:10 WIB
Tanaman Layu? Cuma Butuh Bahan-bahan Ini agar Bisa Segar Lagi
Ilustrasi bahan untuk tanaman layu, salah satunya kulit pisang. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Punya tanaman di rumah memang bisa membuat suasana terasa lebih segar. Namun, merawatnya tak selalu mudah. Ada kalanya tanaman tiba-tiba layu, daun menguning, pertumbuhannya terhenti, atau bahkan muncul jamur di permukaan tanah.

Sebelum buru-buru membuang tanaman yang terlihat sekarat atau membeli pupuk khusus, coba cek dapur. Beberapa bahan yang biasanya dianggap sebagai sisa makanan ternyata bisa dimanfaatkan untuk membantu merawat tanaman lho!

Solusi Tanaman Layu

Menurut Times of India, sejumlah masalah tanaman bisa berkaitan dengan kurangnya nutrisi tanah, kelembapan yang tidak seimbang, hingga gangguan jamur. Beberapa bahan dapur berikut bisa dimanfaatkan sebagai perawatan sederhana.

1. Kulit pisang

Jangan langsung buang kulit pisang setelah buahnya dimakan. Kulit pisang bisa dimanfaatkan untuk menambah nutrisi pada tanah.

Caranya gampang. Potong kulit pisang menjadi bagian-bagian kecil, kemudian kubur di lapisan atas tanah. Kulit tersebut nantinya akan terurai dan melepaskan nutrisi ke sekitar akar tanaman.

Jika ingin cara yang lebih praktis, rendam dua hingga tiga kulit pisang dalam wadah berisi air selama sekitar 48 jam. Setelah itu, gunakan air rendamannya untuk menyiram tanaman setiap beberapa minggu.

2. Ampas kopi

Ampas kopi. (Foto: dok Magnific/valeria_aksakova)
Ampas kopi. (Foto: dok Magnific/valeria_aksakova)

Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman, terutama yang membutuhkan tambahan nitrogen. Tanaman yang kekurangan nitrogen biasanya memiliki daun yang tidak lagi hijau pekat dan pertumbuhannya menjadi lebih lambat.

Namun, jangan langsung menaburkan ampas kopi yang masih basah ke tanah. Keringkan terlebih dahulu di atas tisu atau kertas.

Setelah benar-benar kering, campurkan sekitar satu hingga dua sendok makan ampas kopi ke lapisan atas tanah. Ampas kopi yang masih basah bisa menahan kelembapan berlebih dan meningkatkan risiko munculnya jamur pada tanah. 

3. Cangkang telur

Cangkang telur mengandung kalsium yang berperan dalam pembentukan jaringan tanaman dan membantu memperkuat struktur sel. Tanaman yang mengalami kekurangan kalsium dapat menunjukkan tanda seperti batang lemah, kuncup yang mudah rontok, atau muncul bagian berwarna cokelat pada pertumbuhan baru.

Untuk menggunakannya, cuci cangkang telur hingga bersih, kemudian keringkan. Setelah itu, tumbuk atau haluskan sampai menjadi bubuk.

Taburkan sekitar satu sendok teh bubuk cangkang telur di sekitar pangkal tanaman sebulan sekali. Seiring penyiraman, kalsium dari cangkang akan perlahan masuk ke tanah dan mencapai akar. 

4. Kayu manis

Kayu manis. (Foto: dok Magnific/Kamran Aydinov)
Kayu manis. (Foto: dok Magnific/Kamran Aydinov)

Kalau menemukan jamur seperti lapisan berbulu di permukaan tanah yang lembap, kayu manis bisa menjadi salah satu bahan yang dapat dicoba.

Kayu manis bubuk disebut memiliki sifat antijamur dan antibakteri alami. Taburkan sedikit kayu manis pada permukaan tanah yang ditumbuhi jamur untuk menghambat penyebaran spora jamur.

Kayu manis juga bisa digunakan ketika batang tanaman patah saat dipangkas atau ketika ingin menanam potongan batang untuk perbanyakan. Celupkan bagian batang yang patah ke bubuk kayu manis sebelum ditanam untuk melindungi bagian tersebut dari pembusukan. 

5. Air bekas merebus kentang atau pasta

Air bekas merebus kentang atau pasta ternyata bisa bermanfaat. Air yang mengandung pati tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

Saat bahan makanan yang kaya pati dimasak, sebagian nutrisi dan pati akan larut ke dalam air. Pati tersebut bisa menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme yang bermanfaat di dalam tanah.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Pastikan makanan dimasak tanpa garam. Kandungan natrium yang terlalu tinggi dapat membuat akar tanaman kehilangan air.

Setelah digunakan untuk memasak, dinginkan air hingga mencapai suhu ruang. Setelah itu, air dapat digunakan untuk menyiram tanaman. 

6. Susu untuk daun berjamur

Pernah melihat lapisan putih seperti bubuk pada permukaan daun? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda powdery mildew, yaitu penyakit jamur yang dapat mengganggu kesehatan daun.

Salah satu cara mengobatinya adalah menggunakan campuran susu dan air. Protein dalam susu yang terkena cahaya alami disebut mampu menghambat spora jamur.

Caranya, campurkan satu bagian susu dengan sembilan bagian air ke dalam botol semprot. Semprotkan pada daun yang terdampak pada pagi hari, kemudian letakkan tanaman di tempat dengan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung. Perawatan ini bisa diulangi seminggu sekali hingga lapisan putih pada daun berkurang. 

Bahan-bahan dapur tersebut bisa menjadi pilihan perawatan sederhana, tetapi jangan lupa bahwa tanaman yang layu atau menguning bisa mengalami berbagai masalah.

Sebelum memberikan tambahan bahan apapun, perhatikan kondisi tanah, kelembapan, pencahayaan, dan kemungkinan adanya hama atau jamur. Dengan begitu, perawatan yang diberikan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan tanaman.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement