Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Abu Vulkanik Masuk Mata, Jangan Langsung Dikucek! Dokter Ungkap Risikonya

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |12:05 WIB
Abu Vulkanik Masuk Mata, Jangan Langsung Dikucek! Dokter Ungkap Risikonya
Ilustrasi subkonjungtival hemorrhage. (Foto: dok Magnific/user18526052)
A
A
A

JAKARTA - Paparan abu vulkanik yang sudah menyebar ke sejumlah wilayah perlu diwaspadai, karena berisiko bagi pernapasan, mata, dan kulit. Bagaimana jika paparan tersebut mengenai salah satu organ tersebut? Bagaimana penanganan yang tepat?

Viral di media sosial TikTok yang diunggah oleh akun khatrinsucisaraswati, seorang perempuan yang membagikan kondisi matanya saat terkena paparan abu vulkanik, lalu ia mengucek atau menggosoknya, sehingga di sekitar matanya tampak berdarah. 

Dokter sekaligus influencer kesehatan, Ekida Rehan Firmansyah, menyoroti kasus tersebut. Menurutnya, perempuan bernama Khatrin tersebut mengucek matanya sehingga menimbulkan pendarahan di area mata. 

“Kemungkinan cewek ini mengalami yang namanya subkonjungtival hemorrhage. Kayak yang kemarin aku bilang guys kalau misalnya abu vulkanik itu mengandung kristal silika, batuan yang kecil-kecil tapi tajam dan mineral mikroskopis yang gak kelihatan tapi permukaannya gak rata,” ujarnya.

Dokter Ekida menegaskan bahwa tekstur abu vulkanik ini kasar dan tak terlihat jelas bisa tiba-tiba masuk mata. “Makanya penting banget gunain goggles atau kacamata yang bisa benar-benar nutupin mata dari atas, bawah sama samping biar abu vulkaniknya gak masuk. Terus pantang banget ngucek-ngucek mata,” katanya.

Ia menyarankan, jika ada yang mengganjal di area mata segera di irigasi pakai air yang mengalir atau larutan NaCl. Ia juga mengingatkan jangan asal pakai tetes mata yang mengandung steroid. 

Mengenal Perdarahan Subkonjungtiva

Sebagai informasi, dilansir dari Mayo Clinic, perdarahan subkonjungtiva adalah pecahnya pembuluh darah kecil di jaringan pelindung yang menutupi mata. Jaringan bening ini, yang disebut konjungtiva, menutupi bagian putih mata dan melapisi kelopak mata.

Perdarahan subkonjungtiva dapat diibaratkan mirip dengan memar, ketika pembuluh darah pecah di jaringan kulit. Ketika pembuluh darah di konjungtiva pecah, darah tidak langsung terserap. Sebaliknya, darah tersebut merembes di antara konjungtiva dan bagian putih mata.

Trauma ringan dapat menyebabkan perdarahan subkonjungtiva. Namun, bahkan bersin atau batuk yang kuat pun dapat menyebabkan pembuluh darah di konjungtiva pecah.

Perdarahan subkonjungtiva mungkin terlihat mengkhawatirkan, tetapi biasanya merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Biasanya akan hilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Meski situasi di ibu kota dan wilayah sekitarnya kini sudah mereda dari paparan abu vulkanik, alangkah baiknya tetap melindungi diri. Ingat, jika matamu kelilipan, jangan langsung dikucek ya, karena akan terjadi iritasi atau bahkan perdarahan subkonjungtiva seperti yang terjadi dari kasus di atas.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement