JAKARTA - Menciptakan suasana yang nyaman dan intim bersama pasangan kerap kali berawal dari hal-hal sederhana, salah satunya adalah pengaturan pencahayaan kamar. Tak sedikit pasangan, khususnya kaum hawa, yang merasa jauh lebih rileks dan tenang saat berhubungan intim dalam kondisi lampu yang redup atau remang-remang ketimbang pencahayaan yang terang benderang.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo dalam unggahan video di akun instagramnya membeberkan alasan psikologis dan kenyamanan di balik pilihan pencahayaan ini melalui unggahan edukasi di akun Instagram pribadinya.
Menurutnya, suasana remang-remang mampu menghadirkan kehangatan serta menurunkan tingkat kejangkungan (awkwardness) antar Pasangan Suami Istri (Pasutri).
“Jangan salah, beberapa orang juga ya ketika lampu lebih gelap, remang-remang, itu membantu dia untuk lebih rileks, suasananya lebih hangat,” kata dr. Jefry.
Dia menambahkan bahwa lampu yang menyala terlalu terang kerap kali memberikan kesan yang terlalu tajam atau intens bagi sebagian orang, sehingga berpotensi merusak mood keintiman.
“Berbeda dengan terang, kadang kita kayak wah terlalu ekstrim. Nah, itu juga bisa membantu, makanya kalau aku sih biasanya cari jalan tengah, jangan terlalu gelap tapi jangan juga terlalu terang,” lanjut dia.
Pencahayaan yang redup ternyata memegang peranan penting dalam membangun rasa percaya diri wanita di atas ranjang. Banyak perempuan yang merasa sungkan atau belum sepenuhnya leluasa saat harus tampil tanpa busana di depan pasangan, terutama bagi pasangan pengantin baru yang masih dalam tahap penyesuaian.
Pencahayaan yang lembut menjadi solusi kompromi yang tepat untuk menyamarkan rasa canggung dan rasa malu tersebut.
“Banyak wanita tuh ya, kadang mereka tuh nyaman berhubungan seksual dengan kondisi yang lebih gelap. Kadang mereka tuh mungkin karena terutama pengantin baru ya, mereka tuh malu kalau misalnya lampu terlalu terang segala macam,” ungkap dr. Jefry.
Keinginan untuk menjaga privasi tubuh merupakan hal yang sangat alami pada wanita, terlebih jika mereka belum terbiasa bertelanjang di hadapan orang lain.
“Ya kan wanita kan banyak yang mereka tuh menjaga tubuhnya ya. Maksudnya enggak terbiasa dong dengan telanjang depan orang segala macam. Dia awal kalau dia belum percaya diri, boleh kita remangkan lampu,” papar dia.
Meski kehangatan lampu remang-remang menjadi favorit banyak wanita, dr. Jefry mengingatkan bahwa setiap orang memiliki dorongan sensori yang berbeda-beda. Pria atau sebagian orang lainnya justru lebih terangsang secara visual ketika kondisi ruangan terang benderang.
“Tapi jangan salah, ada orang yang sukanya visual, dia justru senang kalau terang. Kalau terang tuh bisa ngelihat tuh tank top-nya, lekukan tubuhnya,” pungkas dr. Jefry.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.