JAKARTA - Penanganan depresi pada anak perlu dilakukan secara tepat dan melibatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang tua. Sebelum menentukan terapi, dokter atau psikolog biasanya akan melakukan evaluasi untuk memahami kondisi emosional dan perilaku anak secara menyeluruh.
Proses pemeriksaan dapat dilakukan melalui wawancara dengan anak dan orang tua. Dokter akan menggali berbagai informasi, mulai dari keluhan yang dirasakan, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, pengalaman traumatis, hingga obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Selain wawancara, kondisi kejiwaan anak dapat dinilai dengan mengamati perubahan perasaan, perilaku, serta pola pikirnya. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah, untuk mengetahui apakah terdapat kondisi medis lain yang berpotensi memengaruhi kondisi mental anak.
Penanganan depresi pada anak disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi masing-masing. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan meliputi psikoterapi, pemberian obat sesuai indikasi, serta dukungan dari keluarga.
Berikut tiga cara yang dapat dilakukan dalam penanganan depresi pada anak:
1. Menjalani Psikoterapi
Psikoterapi membantu anak memahami dan mengelola emosi, pikiran, serta pengalaman yang sedang dihadapinya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT).
Melalui terapi ini, anak dibantu mengenali pola pikir dan perilaku yang kurang sehat, kemudian belajar mengembangkan cara menghadapi masalah dengan pola yang lebih positif.
Jenis dan metode terapi akan disesuaikan dengan usia, kondisi, serta kebutuhan anak. Karena itu, psikoterapi sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga profesional.
2. Menggunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat sebagai bagian dari penanganan depresi. Penggunaan obat biasanya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan depresi anak serta dapat dikombinasikan dengan psikoterapi.
Salah satu kelompok obat yang dapat diresepkan adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI). Obat tersebut bekerja pada sistem serotonin di otak dan penggunaannya pada anak harus berada di bawah pengawasan dokter.
Orang tua sebaiknya tidak memberikan obat antidepresan kepada anak tanpa resep maupun menghentikan pengobatan secara sepihak. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan jenis obat, dosis, serta pemantauan selama terapi.
3. Memberikan Dukungan dan Pendampingan
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam membantu anak menghadapi depresi. Orang tua dapat menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk bercerita mengenai perasaan maupun masalah yang sedang dihadapinya.
Luangkan waktu untuk mendengarkan anak tanpa langsung menghakimi atau menyalahkan. Orang tua juga dapat mengajak anak melakukan kegiatan yang disukai dan membantu menjaga rutinitas sehari-hari.
Kebutuhan dasar anak juga perlu diperhatikan, termasuk pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, serta waktu tidur yang cukup.
Depresi pada anak membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat agar tidak mengganggu proses tumbuh kembang maupun aktivitas sehari-hari. Jika anak menunjukkan tanda-tanda depresi, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.